MOSKOW, PAKUAN - Senjata nuklir adalah sebuah senjata yang tenaga berasal dari reaksi nuklir dan mempunyai daya pemusnah yang dahsyat. Yang mana sebuah bom nuklir mampu memusnahkan sebuah kota.
Maka dari itum, Pemerintah Rusia pada hari Senin memublikasikan berlakunya penangguhan perjanjian dengan Amerika Serikat (AS) soal pembuangan plutonium dari hulu ledak nuklir yang dinonaktifkan. Mulai tahun 2018, Rusia berencana memproses ulang 34 ton plutonium, bahan yang bisa untuk membuat ribuan senjata nuklir.
Penangguhan perjanjian pasca-Perang Dingin itu sudah diteken Presiden Vladimir
Putin itu beberapa waktu lalu dengan alasan AS membuat kebijakan luar negeri
yang bermusuhan dengan Rusia. Perjanjian AS dan Rusia itu dibuat tahun 2000
dengan semangat mengurangi senjata nuklir dunia.
Informasi pemberlakukan penangguhan perjanjian itu muncul di website resmi informasi hukum Rusia, kemarin, yang
dilansir kantor berita RIA Novosti.
“Rusia menangguhkan kesepakatan, karena perubahan drastis dari keadaan,
munculnya ancaman terhadap stabilitas strategis sebagai akibat dari tindakan
bermusuhan AS terhadap Federasi Rusia dan ketidakmampuan AS untuk menyediakan
kewajiban yang diterima guna memanfaatkan kelebihan plutonium-senjata sesuai
dengan perjanjian,” bunyi pernyataan penangguhan perjanjian yang dipublikasikan
di website tersebut, yang dikutip beberapa waktu
lalu.
Apabila perjanjian itu dilanjutkan, AS harus mengurangi kehadiran militernya di
wilayah anggota NATO setelah tahun 2000, membatalkan Undang-Undang Magnitsky
soal larangan masuk warga Rusia—yang masuk daftar sanksi—ke AS.
Selain itu, Rusia juga menuntut AS mencabut sanksi-sanksi anti-Moskow dan
membayar kompensasi atas kerugian yang dialami Rusia akibat penerapan kebijakan
AS.
Penangguhan perjanjian yang diteken oleh Presiden Putin sudah disetujui
parlemen Rusia tak lama setelah diajukan.
Meski dampak penangguhan perjanjian itu membuat Rusia berpotensi menghasilkan
ribuan senjata nuklir, namun Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Ryabkov,
mengklaim bahwa penangguhan perjanjian tidak akan mempengaruhi komitmen Moskow
terkait dengan keamanan nuklir internasional. Ryabkov juga menjamin, keputusan
Presiden Putin tersebut tidak mengganggu Nuclear Non-Proliferation
Treaty.
Editor: