Oslo, PAKUAN - Pemerintah Norwegia mengumumkan Amerika Serikat (AS) akan mengerahkan lebih dari 300 pasukan marinirnya ke Norwegia. Langkah ini diambil sebagai bentuk amarah AS terhadap tetangga Norwegia, Rusia.
Kementerian Pertahanan Norwegia mengatakan 300 marinir AS akan
ditempatkan di sekitar 1.000 kilometer dari perbatasan Rusia. Mereka akan
terlibat dalam pelatihan dan penyerangan di dekat wilayah Arktik.
Pengumuman ini disampaikan menyusul adanya peningkatan ketegangan antara Rusia,
Ukraina, dan konflik di Suriah. Meskipun begitu, Norwegia memiliki hubungan
baik dengan negara raksasa yang jadi tetangganya itu.
AS telah memiliki peralatan militer strategis dalam jumlah yang besar di sekutu
NATO, Norwegia, terutama di terowongan yang digali ke gunung. Tapi belum
ada pasukan militernya.
"Inisiatif AS ini diterima dan juga sesuai dalam proses yang sedang
berlangsung di NATO untuk meningkatkan latihan, pelatihan, dan interoperabilitas
dalam aliansi," kata Menteri Pertahanan Norwegia Ine Eriksen Soreide.
"Pertahanan Norwegia tergantung pada bala bantuan sekutu. Dan yang sangat
penting untuk keamanan Norwegia bahwa sekutu kami datang ke sini untuk
mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana beroperasi di Norwegia," kata
Soreide.
Sebelum bergabung dengan NATO pada 1949, Norwegia mengubur kekhawatiran Rusia
dengan berjanji untuk tidak membuka wilayahnya untuk pasukan tempur asing
selama Norwegia tidak diserang atau diancam. Janji tersebut kemudian diubah
sehingga mereka memperbolehkan pasukan asing untuk masuk ke Norwegia.
Pengerahan pasukan tentara yang akan dimulai pada Januari nanti, adalah
inisiatif AS . Pekan lalu, kedutaan Rusia di Oslo sendiri terkejut karena ide
penempatan pasukan AS di Norwegia ini tengah dibicarakan.
Mantan perwira senior militer Norwegia Jacob Borresen mengatakan pengerahan
tentara itu bertujuan untuk mengirimkan sinyal negatif ke negara bagian timur.
Risiko besarnya, kata dia, adalah langkah tersebut bisa menciptakan gaya Perang
Dingin soal konfrontasi zona.
Pada Juli lalu, NATO juga mengumumkan akan empat batalyon multinasional ke
Polandia dan negara-negara Baltik untuk mencegah setiap serangan Rusia.
Editor: