(PAKUAN) – Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar mengaku sudah mendengar kabar pencabutan surat pembekuan PSSI nomor 01307 oleh Presiden, Joko Widodo, Rabu (24/2/2016) sore. Menurut Umuh, pencabutan itu menjadi angin segar bagi dunia persepakbolaan di tanah air.
"Pastinya kabar pencabutan surat pembekuan PSSI ini tidak cuma jadi angin
segar bagi Persib saja, tapi juga untuk persepakbolaan tanah air. Karena dengan
adanya pembekuan ini, akan menjadi jalan agar liga kembali bergulir. Tidak cuma
itu kiprah sepakbola di dunia Internasional pun akan kembali terbuka,"
ujar Umuh kepada Rabu (24/2/2016) malam.
Umuh menegaskan, jika keputusan yang diambil Presiden Jokowi dengan mencabut
surat pembekuan PSSI itu sudah benar. Keputusan itu pun, membuktikan jika
Presiden sudah mendapatkan masukan dari pihak-pihak yang benar sehingga
mengambil keputusan yang tepat.
Umuh pun berharap, agar keputusan yang telah diambil pemerintah itu tidak
dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak jelas.
"Keputusan itu sebagai bukti jika bapak Presiden sudah mendapatkan masukan
dari pihak-pihak yang benar dan tidak di kungkung oleh pihak yang akan
menjerumuskan Presiden. Saya pun berharap, agar keputusan ini tidak
dimanfaatkan pihak-pihak tertentu karena ini merupakan langkah awal dari
bangkitnya lagi persepakbolaan Indonesia," tegasnya.
Bukan akhir
Umuh pun memastikan, pencabutan surat pembekuan PSSI oleh Presiden ini tidak
mempengaruhi pertemuan CEO atau pemilik klub se-Indonesia di Ciamis, Kamis
(25/2/2016). Dimana dikabarkan pada pertemuan itu, akan dihadiri 58 perwakilan
klub dan CEO.
"Saya masih belum tahu pasti nantinya, yang akan di bahas apa saja. Namun
yang pasti, pertemuan nanti akan membahas tentang masalah persepakbolan
Indonesia yang sedang kita hadapi nanti," tegasnya.
Lebih jauh lagi Umuh menegaskan, jika dicabutnya pembekuan itu bukan akhir dari
permasalahan sepakbola yang ada. Sebagai perwakilan klub, Umuh tetap mendesak
untuk digelar kongres luar biasa (KLB) lagi.
"Pencabutan ini, bukan akhir dari masalah sepakbola Indonesia. Kita tetap
mendesak agar ada KLB ulang," tandas Umuh.
Editor: