Jakarta (PAKUAN) - Berdasarkan hasil autopsi sementara pihak kepolisian, ada kandungan zat sianida dalam es kopi Vietnam yang diminum oleh Wayan Mirna (27) di Olivier Cafe, Grand Indonesia, Jakarta Pusat. Seperti apa efek dari sianida ini?
"Itu sedikit saja bisa bikin orang mati," kata Kadis Kesehatan DKI
Jakarta, Koesmedi saat dikonfirmasi, Senin (11/1/2016).
Dilansir dari berbagai sumber, sianida merupakan salah satu racun paling
mematikan di dunia. Sianida bahkan disebut sebagai racun pembunuh paling
manjur.
Berdasarkan penjelasan dari website resmi BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan
Teknologi), zat sianida berbentuk padatan kristal kubus atau serbuk, granul,
serpihan yang dapat menyerap uap air sehingga menjadi cairan, tidak berwarna
hingga putih, berbau seperti almond. Jika kering tidak berbau, tetapi jika
menyerap air berbau sianida.
Dalam porsi rendah, zat ini sering digunakan oleh petani untuk membasmi hama.
Penggunaannya juga harus sangat hati-hati mengingat betapa bahaya zat tersebut.
Dalam dosis yang besar, sianida dapat mengakibatkan kehilangan kesadaran secara
tiba-tiba, seringkali disertai kejang dan kematian.
"Umumnya dalam waktu 1 – 15 menit," tulis www.bppt.go.id.
Konsentrasi yang lebih rendah dapat mengakibatkan korosi pada selaput lendir
lambung, bau amandel yang tidak enak pada nafas, rasa terbakar, rasa tercekik
pada tenggorokan, hingga erupsi noda bintik pada wajah.
Zat ini juga bisa menimbulkan efek pengeluaran air liur, mual dengan atau tanpa
disertai muntah, kegelisahan, rasa bingung, pusing, perasaan gamang, rasa
lemah, sakit kepala, denyut nadi cepat, palpitasi, kekakuan pada rahang bagian
bawah, dan opisthotonos, laju dan kedalaman pernafasan umumnya meningkat pada
awalnya dan kemudian menjadi lambat dan terengah-engah. Dapat terjadi
pengeluaran urin diluar kemauan serta diare.
Pada tahapan kejang-kejang, dapat diikuti dengan kelumpuhan. Bola mata dapat
menonjol keluar dan manik mata dapat menjadi tidak reaktif. Kerusakan terhadap
saraf optik dan retina, serta kebutaan kemungkinan dapat terjadi. Mulut dapat
berbusa, yang terkadang disertai darah, merupakan indikasi terjadinya edema
paru. Jika kematian terjadi, biasanya dalam jangka waktu 4 jam dan dapat
disebabkan karena terhentinya fungsi sistem pernafasan atau anoreksia pada
jaringan. Gejala lain dapat meliputi nyeri dada, bicara tidak teratur, dan
tahapan stimulasi pada susunan saraf pusat yang bersifat sementara yang
disertai hypernea dan sakit kepala.
Efek sianida ternyata mengerikan. Bahkan, ganasnya zat ini bisa membunuh
puluhan gajah. Pemburu liar, dari Riau hingga Zimbabwe, biasa menggunakan
sianida untuk membunuh gajah.
Editor: