New York (PAKUAN) - Sebuah suasana yang mengejutkan saat pertemuan antara Palestina dan Israel di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), kejadian itu terjadi di mana saat membahas kondisi mereka saat ini.
Dalam pertemuan ini, terjadi insiden di mana Duta Besar Palestina untuk PBB Riyad Mansour, berbalas teriakan dengan Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon. Kericuhan ini diawali saat pembahasan kekerasan di Israel dan menunjukkan rasa frustasi Palestina atas kegagalan untuk meraih status palestina merdeka.
Dubes Tiongkok untuk
PBB Liu Jieyi yang memimpin dalam pertemuan itu, berupaya keras agar ketertiban
dalam sidang tetap berjalan. Sementara kericuhan ini dipicu saat Dubes Israel
Danny Danon memulai debat panas, diakhir pidatonya pada Senin 18 April.
Melihat ke arah Dubes Palestina, Danon bertanya: "Apakah Anda akan
mengecam warga Palestina yang melakukan serangan terhadap Israel?".
Dubes Mansour, yang tanggapan awalnya tidak dapat didengar karena mikrofonnya
tidak aktif, menjawab pertanyaan dari Danon: "Kami mengecam pembunuhan
seluruh warga sipil termasuk warga Palestina. Apakah Anda melakukan hal yang
sama?"
Saat perang melawan pejuang Palestina di Gaza pada 2014, lebih dari 2.200 warga
Palestina tewas, termasuk ratusan warga sipil.
Sejak gelombang kekerasan dimulai sejak September, pelaku penyerangan asal
Palestina membunuh sekitar 28 warga Israel, dua warga Amerika Serikat dan
sekitara 189 warga Palestina. Palestina menuduh Israel menggunakan kekerasan
berlebihan terhadap pelaku penyerangan dan di beberapa kasus membunuh warga
sipil.
Sementara baik dari Mansour ataupun Danon tidak mendapatkan jawaban dari
pertanyaan mereka. Tetapi Dubes Israel tidak menyerah.
Danon menuduh Palestina mengajarkan kebencian di sekolah-sekolah. Selain itu
Dubes Danon juga menyebytkan bahwa pihak Palestina memberikan nama-nama jalan
dengan nama pejuang, yang dianggap teroris oleh Israel dan Danon pun mendesak
hal ini dihentikan.
"Kalian membayar bantuan untuk keluarga dari teroris. Kalian mengagungkan
terorisme. Anda seharusnya malu," tegas Dubes Danon, seperti dikutip South
China Morning Post, Selasa (19/4/2016).
Dubes Mansour kemudian membalas, "Kami tidak melakukan hal itu".
Tetapi Danon masih terus berupaya menekan: "Anda memalukan, karena
mengagungkan terorisme".
Mansour pun membalas: "Anda lebih memalukan karena membunuh ribuan
anak-anak Palestina".
Dubes Liu Jieyi yang sepertinya kesal dengan perdebatan panas ini, memukul palu
dan meminta Dubes Israel melanjutnya pernyataannya.
Tetapi Danon mengabaikannya, kemudian berteriak ke arah Mansour sambil
mengatakan:"Anda tidak mengecam terorisme. Anda tidak bisa mengatakan hal
itu...Anda sangat memalukan".
"Biarkan rakyat kami bebas. Anda adalah penjajah. Anda adalah pencaplok
wilayah. Biarkan kami sendiri," pungkas Dubes Mansour, kepada Dubes
Israel.
Debat Palestina-Israel itu berlangsung setelah Sekjen PBB melihat kekerasan
yang terjadi saat ini hanya memperdalam perpecahan, kebencian dan kepedihan
dari dua belah pihak.
Sementara Mansour menegaskan kembali bahwa pihaknya akan tetap mengajukan
resolusi kepada DK PBB, mengenai pemukiman ilegal Israel yang juga bertujuan
untuk meredakan ketegangan. Danon membalas pihaknya akan bekerja sama dengan
Palestina, ketika Palestina menghentikan kampanye kebencian dan kekerasan dan
meminta untuk sekolah di Palestina mengajarkan rasa hormat. Dubes Liu yang
merasa terganggu dengan teriakan berbalas ini, mendesak seluruh pembicara untuk
tetap tertib. (mtr)
Editor: