Dosen Informatika Utama Membuat Pemodelan Business Intelligence Untuk Pengaduan Ketenagakerjaan

Dosen Informatika Utama Membuat Pemodelan Business Intelligence Untuk Pengaduan Ketenagakerjaan Ajeng Gambar 1. Penyerahan cendramata dari Universitas Widyatama kepada Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat

www.hu-pakuan.com BANDUNG - Dosen Prodi Informatika Universitas Widyatama mengadakan acara “Sharing session Business Intelligence” di lingkungan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat pada Jumat, 19 Maret 2021 lalu sebagai bagian dari pengabdian dosen kepada masyarakat. Acara yang dihadiri para staf divisi Hubungan Industri dan divisi Media Sosial di UPTD yang tersebar di Jawa Barat ini dilaksanakan secara online melalui Zoom Meeting.

Gambar 2. Sesi diskusi Online tentang Business Intelligence

Pembicara sekaligus ketua pelaksana Yan Puspitarani mengatakan ,”Business Intelligence dapat membantu para pemimpin suatu organisasi dalam membuat keputusan walaupun organisasi tersebut non-profit. Dengan Business Intelligence pemimpin organisasi dapat mengukur kinerja organisasinya dalam menyelesaikan masalah seperti pengaduan ketenagakerjaan di lingkungan Disnakertrans Jawa Barat. Kemajuan status pengaduan ketenagakerjaan di Jawa Barat dapat dipantau jumlahnya secara detail per hari, per minggu atau bahkan per tahun dengan menggunakan Business Intelligence. Dengan Business Intelligence juga para pemimpin dapat melihat rekapitulasi data sesuai keinginannya sendiri tanpa membutuhkan programmer untuk melakukan query data”.

Para dosen prodi Informatika Universitas Widyatama juga memodelkan sistem Business Intelligence yang memanfaatkan data pengaduan ketenagakerjaan dari Sistem Pengaduan yang telah ada di Disnakertrans. “Model ini dapat membantu pemimpin Dinas melihat visualisasi rekapitulasi status pengaduan, jumlah pengaduan tiap satuan waktu, jumlah pengaduan tiap daerah, jumlah perusahaan yang diadukan tiap satuan waktu dan daerah, dan beberapa visualisasi lain terkait pengaduan ketenagakerjaan”, tambahnya.

“Dengan adanya pemodelan ini diharapkan sistem pengaduan secara online dapat terwujud dan meningkatkan kinerja Disnakertrans dalam menyelesaikan kasus-kasus ketenagakerjaan yang terjadi di Jawa Barat”, pungkasnya.

Editor: Cepasrob

Komentar