Ridwan Kamil Ajak Ikatan Alumni Sekolah-Perguruan Tinggi Gelar Vaksinasi Massal

Ridwan Kamil Ajak Ikatan Alumni Sekolah-Perguruan Tinggi Gelar Vaksinasi Massal

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengajak ikatan alumni sekolah hingga perguruan tinggi berperan aktif menggelar vaksinasi massal , agar target herd immunity akhir 2021 dapat tercapai.


"Vaksin ada di kami, tapi kami kekurangan kepanitiaan untuk memobilisasi warga. Karena itu, saya mencari ikatan alumni sekolah hingga perguruan tinggi untuk menjadi panitia vaksinasi," ujar Ridwan Kamil seusai meninjau vaksinasi massal di Gedung Bale Rame Soreang, Kabupaten Bandung dan SMAN 3 Bandung, Sabtu (7/8/2021).


Menurut Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu, ikatan alumni sekolah hingga perguruan tinggi yang ingin menjadi panitia vaksinasi massal berkoordinasi dengan Divisi Khusus Percepatan Vaksinasi Jabar. Mengenai teknis pelaksanaanya, kata Kang Emil, dapat mengikuti cara yang sudah dilakukan oleh Ikatan Alumni SMAN 3 Bandung dan Universitas Padjadjaran.

"Bagi ikatan alumni SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi yang akan bergabung agar mengikuti keteladanan yang diperlihatkan oleh IKA Unpad dan SMAN 3 dengan secepat-cepatnya dan seluas-luasnya," katanya.

Diketahui, target harian vaksinasi Jabar kini sudah ditingkatkan menjadi 500.000 dosis per hari atau meningkat tajam dari target sebelumnya, yakni 150.000 dosis. Bahkan, tiga bulan lalu hanya 50.000 dosis.

Menurut Kang Emil, pihaknya sengaja menggenjot target harian vaksinasi mengingat jumlah penduduk Jabar mencapai hampir 50 juta jiwa dan terbesar di Indonesia. Jika kecepatan vaksinasi tidak ditingkatkan, maka target herd immunity Desember 2021 akan sulit dicapai.

"Jabar vaksinasi per harinya sudah melompat. Tiga bulan lalu per hari hanya 50.000 sekarang 150.000. Karena penduduk kita 50 juta jiwa dan yang harus disuntiknya 37 juta jiwa, maka tantangan Jabar harus menyuntik 500.000 orang per hari," jelasnya.

Adapun dosis vaksin yang dibutuhkan untuk mengejar target vaksinasi harian tersebut mencapai 15 juta dosis per bulan. Kang Emil mengaku, pihaknya semakin intens berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk menjamin vaksin yang dibutuhkan tersebut.

Editor: redaksi

Komentar