Kebijakan Pemkot Cimahi, Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka

Kebijakan Pemkot Cimahi, Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka .ist

Kota Bandung, hu-pakuan.com - Sejak pandemi Covid-19 melanda indonesia, penyelenggaraan sytem pendidikan berubah total yakni dengan menggunakan system onle atau daring, hal tersebut bertujuan agar penyebaran virus Covid-19 bisa diminimalisir. Kemudian sedah sekian lama Pandemi Covid-19 melanda, dam membuahkan hasil positif, kini system pendidikan tatap muka akan segera terlaksana kembali namun masih tetap harus mematuhi protokol kesehatan dan kebijakan lainnya.

Adapun Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi berharap siswa di Kota Cimahi, pada saat pembelajaran tatap muka yang rencananya akan dimulai Januari 2021, tidak menggunakan transportasi umum, hal tersebut dilakukan sebagai pencegahan Covid-19.

"Harapan kami, anak-anak yang dapat izin belajar di sekolah tidak menggunakan transportasi umum ke sekolah. Tapi diantar dan jemput orang tua," imbuh Kepala Disdik Kota Cimahi, Harjono, Minggu 13 Desember 2020.

Pemerintah pusat sendiri sudah mengizinkan sekolah untuk membuka kembali aktivitas belajar tatap muka, setelah sempat dihentikab karena wabah Covid-19.

Khusus di Kota Cimahi, Harjono belum bisa memastikan apakah semua sekolah akan dibuka atau tidak.

Sebab, kata dia, tidak semua sekolah di Kota Cimahi siap untuk melaksanakan sekolah tatap muka Januari 2021. Sebab, masih ada sekolah yang belum memenuhi syarat sekolah tatap muka di tengah Pandemi Covid-19.

"Kalau SMP rata-rata sudah penuhi syarat Tatap muka. Tapi kalau SD, ngak semua layak tatap muka. Misalnya, ventilasinya ngga ada," ungkap Harjono.

Di Kota Cimahi, tercatat ada sebanyak 111 SD negeri dan swasta, serta 44 SMP negeri dan swasta. Sebagai syarat sekolah tatap muka, sekolah-sekolah harus mengisi daftar isian ke dalam Daftar Pokok Pendidikan (Dapodik).

Dari mulai daftar isi seputar sarana prasarana di sekolah, seperti tempat mencuci tangan, handsanitizer, alat pengecekan suhu, hingga kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) seperti guru.

Dari berbagai persyaratan itu, ungkap Harjono, tidak semua sekolah di Cimahi memenuhinya. Seperti masih ada SD yang ruangannya itu tidak memiliki ventilasi yang layak, sehingga itu tidak akan diizinkan untuk membuka sekolah.

"Kemudian guru yang dilibatkan nanti tidak boleh yang memiliki penyakit penyerta," tegas Harjono.

Dengan kondisi tersebut, lanjut Harjono, pihaknya sudah menyiapkan dua solusi pembelajaran yang bakal diterapkan Januari mendatang. Disdik Kota Cimahi sudah menyiapkan turorial pembelajaran tatap muka maupun jarak jauh ditengah pandemi Covid-19 ini.

 

Editor: Cepasrob

Komentar