Korban Serangan Demam Berdarah Dengue (DBD) Kembali Bertambah di Kota Tasikmalaya

Korban Serangan Demam Berdarah Dengue (DBD) Kembali Bertambah di Kota Tasikmalaya Korban serangan demam berdarah dengue (DBD) kembali bertambah di Kota Tasikmalaya

www.hu-pakuan.com TASIKMALAYA - Demam berdarah atau demam dengue (disingkat DBD) adalah infeksi yang disebabkan oleh virus dengue.

Adapun, Korban serangan demam berdarah dengue (DBD) kembali bertambah di Kota Tasikmalaya, seorang anak berinisial RCW (11), warga Kecamatan Cipedes, meninggal di RSU dr Soekadjo, Kamis (30/7/2020) malam.

Korban meninggal dunia setelah mendapat perawatan selama dua hari di ruang perawatan intensif untuk anak (PICU). Murid kelas VI SD ini meninggal sekitar pukul 23.00 dan langsung dibawa ke Kamar Mayat.

"Menurut keterangan dokter, korban positif DBD. Bahkan mencapai taraf DSS (down shock syndrom, Red) dimana pasien drop dalam waktu cepat," kata Asep Rizki, petugas Kamar Mayat.\

Kakek korban, Pendi, di Kamar Mayat, menuturkan, RCW adalah anak bungsu dari dua bersaudara. Ia mulai mengalami demam, Kamis (23/7), lalu dibawa ke dokter.

"Dokter menyarankan menunggu dua hari, karena saat itu trombositnya masih normal. Tapi setelah dua hari demam tetap tinggi, cucu saya kemudian dibawa ke RSU," ujar Pendi.

Selama dua hari RCW mendapat penanganan intensif di ruang IGD.

"Karena kondisinya tidak berubah, lalu dibawa ke ruang PICU," kata Pendi.

Namun setelah mendapat perawatan dua hari di ruang PICU, korban tak tertolong. "Kata dokter memang positif DBD," kata Pendi.

Sejauh ini Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, belum bisa dikonfirmasi.

Namun sehari sebelumnya Uu menyebutkan, jumlah kasus DBD di Kota Tasikmalaya sudah mencapai 987 orang serta 19 lainnya meninggal dunia.

Editor: Cepasrob

Komentar