Tenaga Kesehatan Ditolak Pulang ke Rumah, Pemprov Jabar Sediakan Tempat Tinggal Sementara

Tenaga Kesehatan Ditolak Pulang ke Rumah, Pemprov Jabar Sediakan Tempat Tinggal Sementara

 

(PAKUAN)

www.hu-pakuan.com BANDUNG - Sejumlah perawat dan tenaga kesehatan rumah sakit rujukan pasien virus corona di Jawa Barat mendapat penolakan dari pemilik kost atau tetangga tempat tinggalnya agar tidak pulang ke tempat tinggalnya masing-masing selama merawat pasien virus corona.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Jawa Bara Berli Hamdani. Berli mengatakan, saat ini terdapat lebih dari 50 perawat Rumah Sakit Hasan Sadikin yang juga ditampung di UPTD Pelatihan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Bara di Kota Bandung.

"Dari hari Jumat (27/3). Infonya pemilik kost menolak," ujar Berli melalui ponsel, Minggu (29/3/2020

Berli menambahkan, permasalahan ini juga dialami oleh perawat-perawat dan tenaga kesehatan di rumah sakit rujukan corona di Jabar lainnya. Hanya saja, dia sampaikan, pihaknya masih melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah perawat yang mendapatkan perlakuan serupa.

"RS rujukan lainnya masih belum fixed datanya. Sebagian masih kami carikan tempat di dekat tempat tugasnya masing-masing," katanya.

Disinggung mengenai sarana yang diberikan kepada perawat selama ditampung di UPelkes Dinkes Jabar, dia mengatakan pihaknya hanya diminta menyediakan akomodasi menginap.

"Lain-lainnya oleh RSHS dan masih akan dibicarakan di hari Senin. Karena bukan hanya perawat RSHS tapi juga beberapa RS lainnya," ungkapnya.

Adapun akomodasi menginap untuk para perawat yang disediakan oleh Dinkes Jabar ini, dia sampaikan, dilakukan agar memberikan rasa aman. Khususnya untuk masyarakat dan para petugas medis yang ditampung.

"Karena berbagai alasan, terutama untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dan juga petugas yang ditampung tersebut," katanya.

Sebelumnya, Kawasan Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BPSDM) Jabar sebagai fasilitas pemusatan pendidikan dan pelatihan diklat di Jabar tak hanya siap menjadi Pusat Isolasi Mandiri di tengah upaya melawan dan menangani pandemi Covid-19.

Kepala BPSDM Provinsi Jabar Muhamad Solihin mengatakan BPSDM Jabar siap menjadikan fasilitas miliknya di Kota Cimahi tersebut untuk menampung tenaga kesehatan yang mengalami permasalahan sosial saat kembali ke lingkungan tempat tinggal.

"Kami siap untuk menampung para penderita (Covid-19) maupun para perawat, tenaga medis, dan paramedis. Saya dapat informasi dari Dinas Kesehatan, ada beberapa orang tenaga medis dan paramedis yang mengalami permasalahan sosial di lingkungan tempat tinggalnya," ucap Solihin di Bandung, Minggu (29/3).

"Lebih baik kita tampung disini, sehingga yang bersangkutan juga merasa nyaman," tuturnya.

Hingga Minggu (29/3), BPSDM Jabar pun telah menjadi tempat tinggal sementara bagi 52 perawat Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Hasan Sadikin atau RSHS Bandung yang sehari-harinya melakukan close contact dengan pasien Covid-19.

Mereka yang ditampung itu bekerja di beragam unit Gedung Kemuning RSHS sebagai pusat penanganan Covid-19, mulai dari Isolasi Kemuning 1, Instalasi Gawat Darurat (IGD) Kemuning Ring 1, High Care Unit (HCU) Kemuning, serta Ruang Isolasi Infeksi Khusus Kemuning (RIIKK).

Adapun ke-52 perawat RSHS itu mengisi mes perawat di BPSDM Jabar berdasarkan surat yang ditandatangani Direktur Perencanaan, Organisasi dan Umum RSHS Bandung Muhammad Kamaruzzaman, pada Jumat 27 Maret 2020 terkait Pemakaian Fasilitas Penginapan bagi tenaga medis Ring 1 RSHS Bandung.

Editor: iboy

Komentar