Pasien yang positif terinfeksi virus corona di Jawa Barat tersebar di sejumlah kabupaten/kota

Pasien yang positif terinfeksi virus corona di Jawa Barat tersebar di sejumlah kabupaten/kota

(PAKUAN)

www.hu-pakuan.com Jawa Barat - Pasien yang positif terinfeksi virus corona di Jawa Barat tersebar di sejumlah kabupaten/kota, termasuk Bandung.

Diberitakan sebelumnya, terdapat delapan pasien positif terinfeksi virus corona di Jawa Barat.

Berdasarkan data Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Provinsi Jawa Barat (Pikobar), baru terdapat enam data pasien yang dapat divisualisasikan.

Kali ini, data ditampilkan dalam bentuk peta lengkap dengan sebaran kasusnya.

Berdasarkan data yang didapat pada Minggu (15/3/2020) pukul 22.30 di peta sebaran kasus Covid-19 tersebut, terpampang enam kasus pasien positif virus corona di Jawa Barat, sebagian lengkap dengan nama desa atau kelurahan tempat tinggalnya.

Dari enam kasus positif virus corona tersebut, satu di antaranya ada di Kota Depok. Satu kasus lainnya ada di Kabupaten Bekasi.

 Bandung - Dua kasus positif virus corona lainnya tanpa nama desa dan kecamatan yakni satu di Kabupaten Cianjur dan satu kasus di Kabupaten Cirebon.

Kasus lainnya ada di Kota Bandung.

Terakhir adalah satu kasus di Kabupaten Purwakarta.

Pihak Pikobar menyatakan enam kasus positif ini yang baru dapat divisualisasikan dari delapan kasus positif di Jawa Barat.

Pihak Pikobar masih terus memperbarui data-data pada peta sebaran kasus tersebut.

Peta tersebut pun menunjukkan data sebaran pasien dalam pengawasan (PDP) di Jawa Barat, yakni pasien yang telah diisolasi di rumah sakit sambil menunggu uji laboratorium yang menentukan positif atau negatifnya pasien tersebut.

Sebaran PDP di Jawa Barat terlihat sangat mendominasi di Kota Depok.

Selain itu, terlihat mencolok juga sebaran PDP di Kabupaten Purwakarta.

Dalam jumlah lebih sedikit, PDP ada di Kota Bogor, Kota Bandung, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Pangandaran, dan Indramayu. Total PDP di Jabar sebanyak 83 kasus.

Contoh detailnya, satu kasus PDP ada di Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Pangandaran, dan lebih dari 10 PDP di Kabupaten Purwakarta.

Sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) yang masih dipantau tim kesehatan di rumahnya masing-masing, tampak menyebar di Kabupaten Karawang, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cirebon, dan Kota Banjar. Total ODP di Jabar sebanyak 785 kasus.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan berdasarkan peta sebaran kasus virus corona tersebut, diketahui bahwa sebaran paling banyak masih ada di sekitar Jakarta, yakni Bogor, Depok, dan Bekasi. Diketahui juga masih ada kabupaten atau kota yang masih kosong atau nihil kasus.

"Ini sebagai jawaban kami Pemprov Jabar untuk transparan kepada masyarakat. Nanti titik-titik itu basisnya kelurahan. Jadi tidak ada data pribadi yang disampaikan, karena itu sesuai dengan kode etiknya," kata Gubernur di Gedung Pakuan, Minggu (15/3/2020).


Gubernur mengatakan tujuan dipublikasikannya peta sebaran yang terus di-update tiap hari ini, katanya, supaya menjadi perhatian dam kewaspadaan bagi masyarakat. Terutama bagi pemerintah desa, kelurahan, atau kabupaten dan kota yang memiliki kasus positif, ODP, atau PDP di daerahnya.

"Sehingga nanti para lurah, kepala desa, yang datanya ada di sebaran itu, melakukan tindakan edukasi, prefentif, dan lain-lain," katanya.

Sebelumnya, Emil pun mengumumkan tujuh pasien positif virus corona Covid-19 di Jawa Barat. Mereka sudah diisolasi di sejumlah rumah sakit dan satu di antaranya sudah meninggal dunia sebelum dinyatakan positif.

Dari tujuh nama pasien positif virus corona tersebut, katanya, dua di antaranya adalah warga Kabupaten Depok, yakni pasien kasus pertama dan kedua di Indonesia. Pasien selanjutnya adalah warga Kabupaten Bekasi yang meninggal di rumah sakit di Cianjur pada 3 Maret lalu, yang sempat dinyatakan negatif.

"Ini yang di Cianjur, yang meninggal dunia, yang dulu disampaikan Pak Bupati Cianjur, ternyata data terakhirnya positif," kata Gubernur yang akrab disapa Emil ini di Gedung Pakuan, Minggu (15/3) pagi.

Dua pasien yang dinyatakan positif lainnya adalah warga Kabupaten Bekasi, yakni istri dan anak dari pasien yang meninggal di Cianjur tersebut. Satu pasien positif lainnya adalah warga Kota Bandung, dan satu pasien lainnya adalah pasien yang dirawat di RSUD Sunan Gunung Jati Cirebon.

Editor: iboy

Komentar