Musim Kemarau, Ratusan Hektar Sawah Di Sumedang Tak Kegarap

Musim Kemarau, Ratusan Hektar Sawah Di Sumedang Tak Kegarap

Sumedang, PAKUAN - Musim kemarau panjang 2018 mulai terasa pasalnya RATUSAN hektare sawah di wilayah Kab.Sumedang, mengalami kekeringan akibat kemarau panjang. Alhasil, masyarakat (petani) tidak bisa menggarap sawahnya, karena sejumlah sumber mata air  termasuk irigasi yang ada, sudah mengering. Selain itu, sejumlah petani terpaksa melakukan percepatan panen, untuk mengurangi kerugian lebih besar lagi.


Situasi itu, seperti halnya yang terjadi di wilayah Kecamatan Ujungjaya. Setiap musim kemarau, ratusan hektar sawah di Kecamatan tersebut, tidak bisa digarap, karena tidak ada pasokan air. "Kekeringan seperti ini, selalu terulang setiap tahunnya. Hal itu, mengingat sebagian besar sawah yang ada merupakan tadah hujan,” kata Endang, warga Desa/Kecamatan Ujungjaya Kab. Sumedang, Selasa (28/8/2018).

Sayangnya, dalam situasi itu, mereka  pun tidak tertarik untuk menanam palawija, sayuran dan sejenis tanaman lainnya.Padahal tanaman tersebut tidak terlalu banyak  membutuhkan  air. “Dulu pernah kami coba untuk menanam palawija, seperti jagung, kedelai dan semangka. Tapi karena kemaraunya sangat keras, maka hasil panen yang diperoleh tidak bagus. Bahkan bisa dibilang, hasilnya tidak sepadan dengan biaya operasional yang dikeluarkan,” ujarnya.

Oleh sebab itu, mereka lebih memilih membiarkan sawahnya terlantar dan ditumbuhi rumput. “Dalam kemarau seperti ini, masih ada jenis rumput tertentu yang masih bisa tumbuh. Karena itu, sebagian masyarakat memanfaatkannya untuk menggembala domba. Bahkan juga terpaksa harus melakukan percepatan panen, bagi mereka yang sebelumnya nekat menanam padi," ungkapnya.

Menyikapi persoalan itu, mereka berharap ada perhatian dari pemerintah, untuk memfasilitasi ketersediaan sistim pengairan untuk mengairi areal sawah yang ada di wilayah tersebut.  Sebab dampak dari kekeringan itu dapat menurunkan pendapatan masyarakat setempat, yang pada umumnya mengandalkan mata pencaharian dari bertani. Diantaranya dengan mempercepat realisasi pembangunan Bendung Rengrang, yang ada di wilayah Kecamatan Paseh.

“Harapan kami, Bendung Rengrang bisa segera terealisasi. Sehingga pasokan air  untuk areal persawahan di wilayah Ujungjaya tidak bergantung pada air hujan,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang, Ir. Yosep Suhayat, mengatakan, menyikapi persoalan tersebut pihaknya  melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas, berusaha untuk mengatasi kesulitan petani di sejumlah wilayah, Dengan kata lain, tidak hanya petani di Ujungjaya saja yang diperhatikan.Diantaranya dengan memberi bantuan pompa air dan optimalisasi potensi sumber air yang tersisa.

"Untuk wilayah Ujungjaya, upaya jangka panjangnya, pembangunan Bendung Rengrang bisa segera rampung itu. Sehinggga kesulitan air yang dirasakan petani di wilayah Ujungjaya dan sekitarnya dapat teratasi. Sedangkan luas kekeringan yang terjadi diperkirakan mencapai ratusan hektar. Data pastinya masih menunggu laporan dari petugas lapangan," tandasnya.

Editor: IRSYAD

Komentar