KPU Jabar Jamin Debat Pamungkas Tak Kisruh

KPU Jabar Jamin Debat Pamungkas Tak Kisruh

Kota Bandung, PAKUAN – Debat publik putaran ketiga Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018 akan diselenggarakan di Sudirman Grand Ballroom, Jalan Jendral Sudirman, Kota Bandung pada 22 Juni 2018 mendatang. Terkait pelaksanaan debat nanti, Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jabar pun membatasi jumlah pendukung dari masing-masing pasangan calon hanya 50 orang.

Penunjukan tempat sesuai dengan kesepakatan dan rekomendasi usai rapat koordinasi dengan Pangdam Siliwangi, Polda Jabar, Badan Intelijen Negara (Kabinda) Jabar, Kesbangpol Jabar, dan Bawaslu Jabar.

Debat nantinya diharapkan tak memakan waktu yang panjang. Menurut dia, durasi pelaksanaan debat secara keseluruhan ditargetkan berlangsung selama 90 menit.  Format debat yang dibuat lebih sederhana dinilai mampu menampilkan debat lebih efisien dan berisi.

"Jika sebelumnya durasi tanya jawab dan keseluruhan debat cukup panjang, kalau sekarang enggak. Kami ingin (debat) selesai di pukul 9 malam. 90 menit ya, itu sudah dengan iklan. Kalau sebelumnya kan panjang (durasinya)," tutur Kabid sosisalisasi.

Begitu pula Nina menuturkan, dalam debat nanti para pasangan calon akan menjawab pertanyaan dengan tema besar soal Kebijakan Publik bagi Jawa Barat. Menyangkut tentang persoalan perempuan, disabilitas, anak, kepemudaan, sosial budaya dan ideologi.

"Kami ingin lebih mengeksplor terkait ide/gagasan mereka untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat Jabar ke depan. Kami tidak mau lagi antar pasangan calon mencecar terhadap kelemahan masing-masing. Itu menjadi kontraproduktif terhadap ide dan gagasan bagi Jabar," ujarnya.

Selain itu, pada debat publik kali ini berupaya mendorong terwujudnya pilkada damai dan pengaturannya pun dilakukan bersamaan dengan tim kreatif TV penyelenggara.

"Apalagi pelaksanaan debat masih dalam suasana Hari Raya Idulfitri," katanya.

Adapun tema yang diangkat adalah "Pembangunan Manusia yang Berkualitas untuk Mempercepat Kemajuan Jawa Barat," yang meliputi kajian revitalisasi budaya Jawa Barat, pengembangan SDM sesuai dengan tantangan dan kebutuhan, membangun SDM Jabar yang berkualitas di era bonus demografi.

Kemudian pembangunan manusia dalam mempercepat kemajuan Jawa Barat, pembangunan manusia berbasis keadilan gender dalam mempercepat kemajuan Jawa Barat, serta pembangunan manusia berbasis keseimbangan untuk mempercepat kemajuan Jawa Barat.

Sementara itu, perwakilan Polrestabes Bandung Kompol Robi menegaskan perlunya merancang kegiatan dengan baik.

"Kami juga mengerahkan 1.524 petugas pengamanan terbuka dan tertutup, terdiri atas anggota polri yang didukung TNI dan instansi lainnya," katanya dikutip Antara.

 

Editor: IRSYAD

Komentar