Misteri Stadion GBLA Yang Belum Terpecahkan

Misteri Stadion GBLA Yang Belum Terpecahkan

(PAKUAN)

www.hu-pakuan.com Bandung - Penyelesaian sengketa kepemilikan Stadion GBLA memang belum menemui titik terang. Misteri itu masih belum bisa terpecahkan. Akibatnya, selama dua tahun ini, Stadion GBLA yang menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Barat vakum dari beragam kegiatan olahraga, termasuk pertandingan Persib Bandung

Adapun telah diketahui, menyambut Liga 1 2020, Persib Bandung ingin menggunakan Stadion GBLA sebagai home base.

Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan, mengatakan, selama ini Dewan selalu mendorong agar Pemerintah Kota Bandung segera menyelesaikan masalah yang masih menjadi misteri itu.

Terlebih, Persib Bandung terancam tak bisa menggunakan Stadion Si Jalak Harupat sebagai venue laga kandang.

"Persoalan yang kami pahami terkait pengoperasian GBLA itu, bisa dilakukan mengacu pada adanya rekomendasi dari Kementerian PUPR di tahun 2012. Itulah alasan mengapa dulu GBLA dapat dipergunakan untuk pembukaan even PON Jabar 2016 dan beragam kegiatan lainnya. Itu karena adanya rekomendasi," ujarnya saat ditemui dalam acara Salam Dewan (Silaturahmi Media dan Dewan) di Gedung DPRD Kota Bandung, Rabu (8/1/2019).

Terkait masalah hukum dan administrasi yang masih berlangsung antara Pemkot Bandung dan pihak PT Adhi Karya selaku kontraktor pembangunan Stadion GBLA, Tedy berharap penyelesaiannya tak sampai mengganggu kebutuhan masyarakat dan pemanfaatan GBLA.

“Persoalan adanya beberapa hal yang belum tuntas, salah satunya terkait serah terima, kami mendorong agar segera diselesaikan tahun ini. Karena, sejauh ini kami melihat yang belum diserahkan hanya aspek support system dari Stadion GBLA, sebab main stadium sendiri sudah diserahterimakan dari pengembang kepada Pemkot Bandung," ucapnya.

Disinggung mengenai rencana pengelolaan stadion berkapasitas 38 ribu bangku penonton itu oleh pihak swasta, Tedy mengaku tidak ada masalah mengingat pemeliharaan Stadion GBLA tidak sesederhana yang dibayangkan.

“Kalau pihak ketiga yang ingin mengelola GBLA, kami terbuka tapi harus sesuai prosedur dan aturan yang berlaku. Misalnya, bila nanti stadion itu dikelola oleh pihak ketiga seperti PT PBB (Persib Bandung Bermartabat), tetap harus ada tempat yang dapat diakses atau dipergunakan oleh masyarakat umum untuk kegiatan berolahraga karena stadion ini dibangun menggunakan uang rakyat," ujarnya.

Editor: iboy

Komentar