Yayat Hendayana Mengusulkan nama Provinsi Jawa Barat Dirubah menjadi Provinsi Pasundan

Yayat Hendayana Mengusulkan  nama Provinsi Jawa Barat Dirubah menjadi Provinsi Pasundan

 www.hu-Pakuan.com Bandung - Wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Pasundan kembali mengemuka menyusul pertemuan sejumlah tokoh di Graha Suria Atmaja Unpad, Jalan Dipati Ukur, Kota Bandung, Sabtu (28/9/2019).

Salah satu tokoh yang mengusulkan, Yayat Hendayana mengatakan, usulan perubahan nama tersebut bertujuan untuk mengangkat keetnisan penduduk Jawa Barat yang mayoritasnya beretnis sunda. Ditambah dengan semakin hilangnya nama Sunda menjadi dasar filosofis pergantian nama tersebut.

"Kita ingin etnis yang menempati Jabar tampil sama dengan etnis Jawa yang menempati geografis di Jateng dan Jatim, belum lagi sekarang nama Sunda makin lama makin hilang, padahal dari dulu Sunda itu paling di kenal ketimbang nama indonesia, Sundaland itu luar biasa dan sekarang tidak lagi kita kenal, makannya kita ingin nama Sunda menjadi besar seperti sama besar dengan Jawa," ujar Yayat, Minggu (6/10/2019).

Budayawan yang juga Dosen Fakultas Ilmu Seni dan Sastra (FISS) Universitas Pasundan itu menyebut dengan nama Jawa Barat, jika dilihat dari sisi pembangunan ternyata tidak mampu mengungguli Jawa Timur dan Jawa Tengah dalam segala hal. Sehingga pihaknya berpendapat dengan adanya penggantian nama tersebut, semangat etnisitas mesti ditampilkan guna mengimbangi indeks pembangunan Jateng dan Jatim. 

"Dengan nama Jabar seperti sekarang, dari sisi pembangunan ternyata tidak mampu mengunguli Jawa Timur dan Jawa Tengah dalam segala hal, selalu kita lebih rendah dari meraka. Kita bependapat barang kali semangat etnisitas kita tidak tampil, sehingga barangkali dengan mengubah nama Jawa barat, indeks pembangunan kita relatif bisa mengimbangi indeks di Jatim dan Jateng," paparnya.

Yayat menambahkan, pihaknya pun tidak akan tergesa-gesa dalam mengusulkan pergantian nama tersebut dan akan melakukan kajian mendalam, sehingga bisa disepakati semua elemen.

"Nama itu harus di dukung kesepakatan semua elemen, dan kita juga tidak akan terburu-buru juga, akan memikirkan hal lain," pungkasnya. 

Editor: IRSYAD

Komentar