Kemendikbud Harus Jelaskan Kabar Penutupan Slot CPNS untuk Guru Honorer di 2022

Kemendikbud Harus Jelaskan Kabar Penutupan Slot CPNS untuk Guru Honorer di 2022

JAKARTA - Kabar tidak adanya slot CPNS untuk pengajar dalam seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2022 membuat resah jutaan guru honorer di tanah air. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset Teknologi (Kemendikbud Ristek) harus segera memberikan penjelasan sehingga kabar tersebut tidak menjadi isu liar.

“Kami meminta Kemendikbud Ristek dan pihak terkait segera memberikan kejelasan atas informasi tidak adanya slot CPNS bagi guru untuk seleksi ASN tahun 2022. Kami menerima banyak protes dan ungkapan keresahan dari para guru atas informasi tersebut,” ujar Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda, Sabtu (21/8/2021).

Huda menjelaskan kabar tidak adanya slot CPNS bagi guru memang menjadi isu sensitif. Tahun lalu ini isu ini beredar kencang di mana Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyatakan format terbaik ASN untuk guru adalah Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) bukan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pernyataan BKN ini kemudian menimbulkan gelombang protes dari para guru sehingga Kemendikbud menyatakan jika penutupan slot CPNS untuk guru hanya untuk tahun anggaran 2021 karena adanya seleksi pengangkatan sejuta guru honorer menjadi PPPK. “Peniadaan slot CPNS untuk guru ini merupakan isu sensitif, tidak hanya meresahkan para jutaan guru honorer, tetapi juga berpengaruh pada masa depan Pendidikan di tanah air,” katanya. 

Dia mengatakan penutupan slot CPNS bagi guru bakal menurunkan minat generasi muda Indonesia untuk mengeluti profesi pendidik di masa depan. Menurutnya akan berkembang pandangan jika jaminan kesejahteraan untuk pendidik di Indonesia bakal kian tidak jelas. Selain sulit untuk ditembus, slot PPPK bakal memunculkan kekhwatiran akan jaminan kesinambungan kinerja. “Terkatung-katungnya nasib jutaan guru honorer yang tidak kunjung mendapatkan jaminan kesejahteraan dari negara saja sudah membuat sedih. Apalagi jika nanti mereka hanya ditampung sebagai PPPK yang bisa sewaktu-waktu diberhentikan,” katanya.


Untuk diketahui Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menyebutkan ada indikasi kuat pemerintah tidak membuka lowongan guru PNS (Pegawai Negeri Sipil) untuk tahun 2022. Kesimpulan ini muncul dari dokumen surat terkait pengadaan ASN 2022 dari sejumlah daerah. Di situ diketahui jika para guru hanya akan diajukan slot sebagai PPPK. Dokumen tersebut mengacu pada Surat Menpan dan RB No. B/1161/M.SM.01.00/2021 tanggal 27 Juli 2021. P2G mengungkapkan temuan dokumen-dokumen ini sangat meresahkan para guru.

Editor: redaksi

Komentar