Jokowi : Kita Fokus Saja Untuk Menurunkan Stunting di 10 Provinsi yang Prevalensi Stunting Tertinggi

Jokowi : Kita Fokus Saja Untuk Menurunkan Stunting di 10 Provinsi yang Prevalensi Stunting Tertinggi Jokowi : Kita Fokus Saja Untuk Menurunkan Stunting di 10 Provinsi yang Prevalensi Stunting Tertinggi

www.hu-pakuan.com JAKARTA- Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek atau perawakan pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir.

Adapun, Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin angka stunting turun menjadi 14% pada tahun 2024. Jokowi memprioritaskan penurunan stunting di 10 provinsi di Indonesia.

"Kita fokus saja untuk menurunkan stunting di 10 provinsi yang prevalensi stunting yang tertinggi dan provinsi tersebut adalah NTT, Sulbar, NTB, Gorontalo, Aceh, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah," ujar Jokowi dalam pengantar rapat terbatas percepatan penurunan stunting yang disiarkan saluran YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (5/8/2020).

Berdasarkan data yang disampaikan Jokowi, angka stunting di Indonesia sebesar 27,6% tahun 2019, yang sebelumnya di angka 37% (2013). Mengenai 10 provinsi prioritas, Jokowi ingin kepala daerah setempat konsentrasi pada penurunan stunting.

"Saya juga ingin minta para gubernur nanti Mendagri juga bisa menyampaikan, bupati, wali kota, sampai ke kepala desa terutama untuk 10 provinsi tersebut agar betul-betul bisa konsentrasi dan fokus untuk penurunan stunting," ujar Jokowi.

Selain itu, Jokowi ingin sosialisasi pencegahan stunting harus ditingkatkan. Jokowi juga ingin penurunan stunting disambungkan dengan program perlindungan sosial pemerintah.

"Dalam rangka penurunan angka stunting, juga kita sambungkan dengan program perlindungan sosial kita, terutama PKH, kemudian pembagian BPNT, dan pembangunan infrastruktur dasar yang menjangkau keluarga-keluarga yang tidak mampu," kata Jokowi.

Editor: Cepasrob

Komentar