Rupiah Tembus Rp 15.000/dolar AS, Presiden Jokowi Disarankan Naikkan Harga BBM

Rupiah Tembus Rp 15.000/dolar AS, Presiden Jokowi Disarankan Naikkan Harga BBM Presiden Joko Widodo

 Jakarta ( Pakuan) MELEMAHNYA nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) hingga menembus Rp 15.000/USD disebut akibat dari meroketnya harga minyak dunia. Sehingga, nilai impor Bahan Bakar Minyak (BBM) Indonesia berpotensi naik.

 

Ekonom Faisal Basri melihat naiknya harga minyak dunia bisa membebani neraca pembayaran Indonesia karena menggunakan USD.

 

"Percuma ini, kemarin saya lihat (harga minyak) Brent USD84 per barel dan WTI USD74 per barel. Jadi ini bebannya semakin berat," ujarnya, Selasa (2/10/2018).

 

Menurut Faisal, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus dapat mengambil kebijakan dengan menaikkan harga BBM, jangan sampai harga minyak terlampau tinggi membebani mata uang Garuda.

 

"Mau menunggu USD100 per barel tatkala kita tak punya lagi pilihan dan itu terjadi menjelang pemilu? Ya sudah tamat," katanya.

 

Faisal pun menyarankan kepada Jokowi untuk menaikkan harga BBM, namun dilakukan secara bertahap dimulai pada tahun ini, sehingga tidak sekaligus.

 

"Harga BBM harus dinaikkan menjelang pemilu, tapi kalau dinaikkannya tinggi kan efek ke semua. Lebih baik dinaikkannya gradual, bertahap," pungkasnya.

 

Editor: Asep Robin

Komentar