Budaya & Pariwisata

Pulau Elok Menyimpan Kisah Seram

Dirilis oleh jemmy pada Senin, 18 Apr 2011
Telah dibaca 332 kali

Pakuan.com - Perjalanan menggunakan sampan bermotor satu berlanjut menuju Pulau Cipir atau Pulau Khayangan. Sebelumnya, peserta wisata sejarah "Historical Island Adventure (HIS)" yang diadakan oleh Komunitas Historia Indonesia (KHI) menelusuri Pulau Kelor.

Untuk masuk Pulau Cipir perlu tiket masuk sebesar Rp 2.000. Pulau elok dengan pasir putih itu ternyata menyimpan kisah menyeramkan. Inilah pulau tempat banyak orang disuntik mati. Jika Anda berjalan ke sisi berseberangan dari arah dermaga, Anda akan menemukan sebuah reruntuhan bangunan yang menghadap ke laut.

Pada masa kolonial Belanda, bangunan tersebut adalah bangsal Rumah Sakit. Namun saat Belanda kalah perang dari Jepang, Jepang yang berkuasa menjadikan bangsal itu sebagai tempat hukum gantung untuk orang Belanda dan pribumi. Rumah sakit saat kolonial Belanda salah satunya berfungsi untuk karantina penyakit menular. Namun kemudian berfungsi menjadi karantina haji.

"Ada cerita tentang sesuatu yang kita banggakan tapi kalau dinilai dari sejarah tidak terlalu perlu. Gelar haji itu baik, berarti telah menunaikan ibadah dan disegani. Tapi ternyata pada zaman kolonial, Belanda yang memberi gelar haji itu. Orang-orang dikarantina haji di pulau ini, kalau sudah lulus gelar itu diberikan. Karena itu gelar haji hanya ada di Indonesia," jelas pendiri KHI Asep Kambali yang juga sering menjadi pemandu wisata sejarah.

Mengapa Belanda perlu mengkarantina orang-orang yang naik haji? Belanda memberi alasan untuk menjaga kesehatan. Namun, Asep menceritakan pemerintah kolonial khawatir terhadap meluasnya gerakan Pan-Islam.

Sementara orang yang melaksanakan ibadah haji biasanya bertahan di tanah Arab paling sedikit tiga bulan. Mereka memanfaatkan waktu tersebut untuk belajar agama kepada ulama-ulama terkemuka. Ide Pan-Islam yang menentang penjajahan non-Islam akan memberi dampak pada militansi orang yang menunaikan ibadah haji.

"Belanda khawatir orang yang naik haji sudah tercemar paham Pan-Islam. Mereka khawatir kalau tidak dikarantina nanti memberontak ke Belanda. Gelar haji diberi supaya kalau dia sudah keluar dari karantina, Belanda bisa tetap mencari dia," jelasnya. Nyatanya, kekhawatiran Belanda itu benar adanya. Para pahlawan dan pemimpin yang menentang Belanda adalah orang-orang bergelar haji.

Usai berkeliling Pulau Cipir, peserta pun kembali naik ke sampan. Tujuan berikutnya adalah Pulau Onrust. Pulau Kelor, Pulau Cipir, dan Pulau Onrust adalah pulau-pulau kesatuan yang disatukan oleh sejarah mulai dari masa awal kedatangan orang Belanda hingga masa kolonial Belanda. Para peserta HIS berpetualang menelusuri pulau-pulau tersebut. Selain ketiga pulau tersebut, Pulau Bidadari dan Pulau Edam pun kental akan sejarah kolonial Belanda.

  • Cep Asrob
  • Profile

KONFLIK SBY DAN ANAS TERUIS BERLANJUT KE SEMUA SEKTOR  GERAK PARTAI

...........Duuuuuuh cape deh, kapan mikirin rakyatnya ........???

WALIKOTA BANDUNG RIDWAN KAMIL  HANYA PERLU 300 PNS YG MAU  KERJA KERAS,KERJA CERDAS, KERJA TUNTAS DAN KERJA IKHLAS.

.............Tenaaaaaaaaaang Mang RK , Masih Banyak  Warga Bandung yg mau berjuang

Lainnya

Asep Sunandar Sudah Mendalang Dari Umur 14 Tahun

asep_sunandar.jpg

Bandung (PAKUAN) - Almarhum Asep Sunandar meninggal di usia 59 tahun. Almarhum meninggalkan seorang istri bernama Nenah Hayati, 14 orang anak, dan 11 orang cucu. Atas jasa, kerja keras, dan pengabdiannya terhadap seni wayang golek, dia berhasil memperkuat icon wayang golek di Jabar. Asep Sunandar merupakan anak ke tujuh dari 13 bersaudara dari ayahnya yang bernama Sunarya. Pria kelahiran 3 September 1955 tersebut, adalah dalang kondang yang kerap keliling dunia untuk memperkenalkan...

Lainnya

Opini

KESENIAN BENJANG

BENJANG.jpg

KAB.BANDUNG (PAKUAN) - Benjang adalah jenis kesenian tradisional Tatar Sunda, yang hidup dan berkembang di sekitar Kecamatan Ujungberung, Kabupaten Bandung hingga kini. Dalam pertunjukannya, selain mempertontonkan ibingan (tarian) yang mirip dengan gerak pencak silat, juga dipertunjukkan gerak-gerak perkelahian yang mirip gulat. Seperti umumnya kesenian tradisional Sunda yang selalu mempergunakan lagu untuk mengiringi gerakan-gerakan pemainnya, demikian pula dalam seni benjang,...

Lainnya

Pengunjung

http://buytramadol50mghclonline.com
[Valid RSS]