Budaya & Pariwisata

Pulau Elok Menyimpan Kisah Seram

Dirilis oleh jemmy pada Senin, 18 Apr 2011
Telah dibaca 378 kali

Pakuan.com - Perjalanan menggunakan sampan bermotor satu berlanjut menuju Pulau Cipir atau Pulau Khayangan. Sebelumnya, peserta wisata sejarah "Historical Island Adventure (HIS)" yang diadakan oleh Komunitas Historia Indonesia (KHI) menelusuri Pulau Kelor.

Untuk masuk Pulau Cipir perlu tiket masuk sebesar Rp 2.000. Pulau elok dengan pasir putih itu ternyata menyimpan kisah menyeramkan. Inilah pulau tempat banyak orang disuntik mati. Jika Anda berjalan ke sisi berseberangan dari arah dermaga, Anda akan menemukan sebuah reruntuhan bangunan yang menghadap ke laut.

Pada masa kolonial Belanda, bangunan tersebut adalah bangsal Rumah Sakit. Namun saat Belanda kalah perang dari Jepang, Jepang yang berkuasa menjadikan bangsal itu sebagai tempat hukum gantung untuk orang Belanda dan pribumi. Rumah sakit saat kolonial Belanda salah satunya berfungsi untuk karantina penyakit menular. Namun kemudian berfungsi menjadi karantina haji.

"Ada cerita tentang sesuatu yang kita banggakan tapi kalau dinilai dari sejarah tidak terlalu perlu. Gelar haji itu baik, berarti telah menunaikan ibadah dan disegani. Tapi ternyata pada zaman kolonial, Belanda yang memberi gelar haji itu. Orang-orang dikarantina haji di pulau ini, kalau sudah lulus gelar itu diberikan. Karena itu gelar haji hanya ada di Indonesia," jelas pendiri KHI Asep Kambali yang juga sering menjadi pemandu wisata sejarah.

Mengapa Belanda perlu mengkarantina orang-orang yang naik haji? Belanda memberi alasan untuk menjaga kesehatan. Namun, Asep menceritakan pemerintah kolonial khawatir terhadap meluasnya gerakan Pan-Islam.

Sementara orang yang melaksanakan ibadah haji biasanya bertahan di tanah Arab paling sedikit tiga bulan. Mereka memanfaatkan waktu tersebut untuk belajar agama kepada ulama-ulama terkemuka. Ide Pan-Islam yang menentang penjajahan non-Islam akan memberi dampak pada militansi orang yang menunaikan ibadah haji.

"Belanda khawatir orang yang naik haji sudah tercemar paham Pan-Islam. Mereka khawatir kalau tidak dikarantina nanti memberontak ke Belanda. Gelar haji diberi supaya kalau dia sudah keluar dari karantina, Belanda bisa tetap mencari dia," jelasnya. Nyatanya, kekhawatiran Belanda itu benar adanya. Para pahlawan dan pemimpin yang menentang Belanda adalah orang-orang bergelar haji.

Usai berkeliling Pulau Cipir, peserta pun kembali naik ke sampan. Tujuan berikutnya adalah Pulau Onrust. Pulau Kelor, Pulau Cipir, dan Pulau Onrust adalah pulau-pulau kesatuan yang disatukan oleh sejarah mulai dari masa awal kedatangan orang Belanda hingga masa kolonial Belanda. Para peserta HIS berpetualang menelusuri pulau-pulau tersebut. Selain ketiga pulau tersebut, Pulau Bidadari dan Pulau Edam pun kental akan sejarah kolonial Belanda.


  • Cep Asrob
  • Profile

Ijin Bandros Di Cabut

 

………….. Betul Pa Wali kan yang harusnya mengurus Dinas Terkait

 

DPR RI Akan Bantu Tuntaskan GBLA

 

………… Duh teu isin dugi ka DPR RI ngiringan

 

DPRD Jabar Yakin Penggunaan APBD 2015 Lebih Baik

 

………. Ya harus donk biar warga jabar semakin sejahtera

Lainnya

Peringatan Hari Nusatara Dapat Memperkokoh Kesatuan Wilayah NKRI

kapal_geomarin.jpg

Perjuangan bangsa Indonesia dalam mewujudkan kesatuan wilayah nusantara yang utuh, pertama kali dicetuskan dengan “Deklarasi Djoeanda” pada tanggal 13 Desember 1957 lalu, meru,pakan sebuah konsep yang mendasari perjuangan bangsa Indonesia untuk menjadi rejim negara kepulauan (Archipelagic State). Bertolak dari itulah, diwujudkan sebuah Deklarasi Djoeanda, ditepat di tahun 1999 tanggal 13 Desember dicanangkanlah sebagai "Hari Nusantara”. Dua tahun kemudian, tepatnya pada...

Lainnya

Opini

Politik dan Keputusan Politik

14544321-02foto73780x390.JPG

PAKUAN - Tepat sehari sebelum tahun baru Imlek 2566, Presiden Joko Widodo mengumumkan keputusannya tentang kontroversi mengenai KPK dan persoalan Kepala Polri yang sudah menggantung selama sebulan lebih. Keputusan Presiden itu sudah diketahui oleh publik saat ini. Peristiwa ini dapat dijadikan kesempatan untuk meninjau kedudukan dan watak suatu keputusan politik oleh eksekutif tertinggi serta dampaknya bagi pemerintah dan masyarakat. Dalam retrospeksi masih bisa diingat bahwa...

Lainnya

Pengunjung

http://buytramadol50mghclonline.com
[Valid RSS]