Budaya & Pariwisata

Pulau Elok Menyimpan Kisah Seram

Dirilis oleh jemmy pada Senin, 18 Apr 2011
Telah dibaca 588 kali

Pakuan.com - Perjalanan menggunakan sampan bermotor satu berlanjut menuju Pulau Cipir atau Pulau Khayangan. Sebelumnya, peserta wisata sejarah "Historical Island Adventure (HIS)" yang diadakan oleh Komunitas Historia Indonesia (KHI) menelusuri Pulau Kelor.

Untuk masuk Pulau Cipir perlu tiket masuk sebesar Rp 2.000. Pulau elok dengan pasir putih itu ternyata menyimpan kisah menyeramkan. Inilah pulau tempat banyak orang disuntik mati. Jika Anda berjalan ke sisi berseberangan dari arah dermaga, Anda akan menemukan sebuah reruntuhan bangunan yang menghadap ke laut.

Pada masa kolonial Belanda, bangunan tersebut adalah bangsal Rumah Sakit. Namun saat Belanda kalah perang dari Jepang, Jepang yang berkuasa menjadikan bangsal itu sebagai tempat hukum gantung untuk orang Belanda dan pribumi. Rumah sakit saat kolonial Belanda salah satunya berfungsi untuk karantina penyakit menular. Namun kemudian berfungsi menjadi karantina haji.

"Ada cerita tentang sesuatu yang kita banggakan tapi kalau dinilai dari sejarah tidak terlalu perlu. Gelar haji itu baik, berarti telah menunaikan ibadah dan disegani. Tapi ternyata pada zaman kolonial, Belanda yang memberi gelar haji itu. Orang-orang dikarantina haji di pulau ini, kalau sudah lulus gelar itu diberikan. Karena itu gelar haji hanya ada di Indonesia," jelas pendiri KHI Asep Kambali yang juga sering menjadi pemandu wisata sejarah.

Mengapa Belanda perlu mengkarantina orang-orang yang naik haji? Belanda memberi alasan untuk menjaga kesehatan. Namun, Asep menceritakan pemerintah kolonial khawatir terhadap meluasnya gerakan Pan-Islam.

Sementara orang yang melaksanakan ibadah haji biasanya bertahan di tanah Arab paling sedikit tiga bulan. Mereka memanfaatkan waktu tersebut untuk belajar agama kepada ulama-ulama terkemuka. Ide Pan-Islam yang menentang penjajahan non-Islam akan memberi dampak pada militansi orang yang menunaikan ibadah haji.

"Belanda khawatir orang yang naik haji sudah tercemar paham Pan-Islam. Mereka khawatir kalau tidak dikarantina nanti memberontak ke Belanda. Gelar haji diberi supaya kalau dia sudah keluar dari karantina, Belanda bisa tetap mencari dia," jelasnya. Nyatanya, kekhawatiran Belanda itu benar adanya. Para pahlawan dan pemimpin yang menentang Belanda adalah orang-orang bergelar haji.

Usai berkeliling Pulau Cipir, peserta pun kembali naik ke sampan. Tujuan berikutnya adalah Pulau Onrust. Pulau Kelor, Pulau Cipir, dan Pulau Onrust adalah pulau-pulau kesatuan yang disatukan oleh sejarah mulai dari masa awal kedatangan orang Belanda hingga masa kolonial Belanda. Para peserta HIS berpetualang menelusuri pulau-pulau tersebut. Selain ketiga pulau tersebut, Pulau Bidadari dan Pulau Edam pun kental akan sejarah kolonial Belanda.


  • Cep Asrob
  • Profile

Pemkot Bandung Rancang Program Keselamatan Berlalulintas

........................... mudah mudahan terlaksana dengan lancar programnya dan adanya program itu bukan hanya angka kecelakaan yang berkurang tapi kemacetan juga berkurang.

Ridwan Kamil: Bus Listrik Ditahun 2017

……………. Mudah – mudahan cepat terealisasi pak wali, dan program ini bisa mengatasi masalah kemacetan di Kota Bandung

Kampanye Gerakan Disiplin

………..........Gagasan yang bagus pak, Gerakan ini pasti bisa mengajak warga Bandung untuk lebih disiplin menaati peraturan lalulintas

Ani Yudhoyono Nyapres Masih Sebatas Wacana

………..........Kalo benarpun ga jadi masalah, yang penting bisa memimpin dengan ketulusan dan bisa mensejahterakan rakyat

Putri Kerajaan Belgia Datang Ke Kota Kembang

……............. Semoga kedatangannya bisa menjalin kerjasama untuk menciptakan Kota Bandung menjadi salah satu tujuan wisata terfaforit di dunia

Lainnya

M. Sohib : Bekerja Dengan Ketulusan

img1456584926355.jpg

Ihktiar untuk meraih kesuksesan itu hukumnya wajib bagi setiap insan didunia. Tetapi untuk meraih kesuksesan tersebut, harus dengan gigih dan telaten serta tulus melaksanakannya. Jika hal ini dilakukan, niscaya apa yang diharapkan kesuksesan itu, pasti akan terwujud. Seperti yang dilakukan oleh Mochammad Sohib, S.Ip, dalam melakukan segala aktifitasnya dengan niat yang tulus serta telaten. “Karena dengan melakukan seperti itu, seberapa pun berat pekerjaannya akan merasa ringan,...

Lainnya

Opini

Kereta Cepat Potensi Bandung Raya

kereta_cepat.jpg

Oleh : irsyad Di balik serunya perdebatan mengenai pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung, tentu kita harus serius menyoroti potensi dari rencana pembangunan ini. Rencana besar pemerintah untuk membangun transportasi massal yang andal, aman, dan nyaman menciptakan konektivitas cepat Jakarta-Bandung, serta membangun kawasan sentra ekonomi baru dilakukan merupakan target yang menarik melalui pembangunan kereta cepat ini. Program ini akan berdampak besar bagi pengembangan industri,...

Lainnya

Pengunjung

[Valid RSS]