Berita Utama

Taufik koordinator PKL Kepatihan :DEMI KOTA BANDUNG PKL SIAP DI TATA

Dirilis oleh asrob pada Selasa, 15 Jan 2013
Telah dibaca 365 kali

Kota Bandung ( Pakuan ) -  Pemerintah selalau melakukan upaya penataan dan pembinaan pedagang kaki lima (PKL) di Kota Bandung, dalam dua pekan ke depan, kawasan taman dan Alun-alun Bandung ditargetkan kosong dari PKL. Pemkot Bandung secara bertahap akan melakukan penataan dan pembinaan PKL sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) No. 4 Tahun 2011.

Pengosongan PKL dari area taman Alun-alun dan kawasan Alun-alun, khususnya depan pendopo setelah ada kesepahaman antara PKL dan Wakil Wali Kota Bandung, Ayi Vivananda selaku Ketua Satgasus PKL. Ayi melakukan kunjungan dan berdialog dengan perwakilan PKL Kepatihan dan Alun-alun di taman Alun-alun, Sabtu (12/1) sekitar pukul 10.00 WIB.

"Saya berbicara dengan perwakilan PKL Kepatihan dan Alun-alun, dan pada prinsipnya ada kesepahaman. PKL di Kepatihan dan Alun-alun siap ditata," ujar Ayi.

Saat berdialog, tambah Ayi, para PKL tak boleh berjualan di badan jalan dan trotoar. Karena itulah, Ayi meminta agar taman Alun-alun serta kawasan Alun-alun khususnya depan pendopo harus bersih dan dikosongkan dari PKL. "Target dalam dua minggu ini, Alun-alun dan taman depan masjid kosong dari PKL. Saya minta mereka mengosongkan lahan itu sendiri," terangnya.

Para PKL yang berada di dua tempat ini, kata Ayi, akan dialihkan ke Jln. Dalem Kaum. Sementara untuk parkir diarahkan ke basement masjid. Begitu juga dengan PKL yang berada di Jln. Kepatihan, akan ditata di Jln. Kepatihan dan parkir di sana diarahkan ke basement masjid.

"Kawasan tujuh titik termasuk Kepatihan dan Alun-alun memang zona merah, tapi kita lakukan secara bertahap," ungkap Ayi.

Ayi optimistis penataan PKL kali ini akan berhasil. Meski diakuinya, sudah bertahun-tahun masalah PKL ini tak pernah berhasil diatata. Namun, ia tidak akan melakukan kesalahan yang sama agar penataan ini berhasil.

"Kita coba cara baru dengan pendekatan persuasif dan berdialog bersama PKL, kalau dulu 'kan represif," terangnya.

Untuk pengosongan dan penataan dua kawasan tersebut, dikatakan Ayi, akan kembali dibahas pada Selasa (15/11). "Akhir Januari, taman masjid dan alun-alun harus bersih,' terangnya.

Sementara itu, Koordinator PKL Jln. Kepatihan, Taufik Hidayat mengaku siap bila Pemkot Bandung mengajak PKL untuk ditata demi keindahan Kota Bandung. Apalagi, saat ini sudah ada kepastian hukum bagi para pedagang kaki lima. "Kami senang bila ditata dan dibina, bukannya dibinasakan," ujar Taufik.

Menurutnya, di kawasan Kepatihan ini ada 480 PKL yang mayoritas berjualan aksesori HP, sepatu, jam tangan, dompet, dan ikat pinggang. Mayoritas pada PKL ini berasal dari Kota Bandung. "Penataan 'kan enggak mungkin sekaligus, bertahap. Kita juga ingin ditata biar rapi," terangnya.

Penataan di Jln. Kepatihan, lanjut Taufik, bisa dilakukan dengan menempatkan para PKL di sebelah kanan, dan mengosongkan lahan yang berada di sebelah kiri untuk jalan kendaraan. "Terkait kemacetan 'kan jangan hanya PKL yang dipojokkan, banyak juga kendaraan yang berhenti atau diparkir di depan rambu dilarang berhenti atau dilarang parkir," ungkapnya.

Para PKL menerima bila ada zona waktu yang diterapkan di Jln. Kepatihan ini, sehingga mengurangi beban kemacetan. "Saya juga sadar, karena itu pagi bisa dikosongkan dulu sampai pukul 11.00 WIB, baru setelah itu kami masuk. Kami mau ditata seperti itu asal ada kepastian," tandasnya.

Untuk kepastian penataan ini, kata Taufik, pada Selasa (12/1) akan ada rapat untuk membahas masalah ini. "Kami sih menunggu pemkot, bagimana baiknya. Tapi memang penataan ini harus ada rencana jangka pendek dan jangka panjang. Mungkin seiring waktu, nanti ada mal PKL," tandasnya.

Kawasan tujuh titik, khususnya Jln. Kepatihan ini ada sejak 2003, dan awalnya hanya ada 190 PKL. "Tiap tahun bertambah," ungkap Taufik seraya menambahkan, PKL di Jln. Kepatiham merupakan murni pedagang dan bukan pemilik toko.

Koordinator PKL Alun-alun, Ishak meminta ketegasan dan komitmen pemkot terkait penataan ini. Bila ada penataan, maka tak boleh ada satu pedagang pun yang boleh berjualan di kawasan yang telah ditetap dilarang. "Kalau ada satu yang dibiarkan, ya nantinya akan banyak lagi," ujar Ishak.

Gubernur sambangi PKL

Di sela waktu sibuknya, Sabtu (12/1) siang, Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan menyempatkan diri untuk menyambangi sejumlah pedagang kaki lima di sekitar kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Masjid Salman di Jln. Ganesha.

Sesakali ia mengobrol dan menanyakan barang dagangan serta keuntungan yang didapat. Tidak hanya itu, Heryawan sempat memborong buku dari beberapa pedagang buku.

Saat dimintai komentar tentang PKL, Heryawan mengatakan, masalah penataan PKL adalah bagaimana membangun harmonisasi antara sisi ekonomi dengan sisi lainnya, seperti tidak mengganggu estetika kota. Sebab PKL juga adalah solusi perekonomian. Mereka bisa mandiri tanpa bantuan dari pihak perbankan atau pemerintah.

"Tapi tentunya, kemandirian merka juga harus dipandang postif dan tidak boleh mengganggu ketertiban orang lain. Berarti harus ada penataan perekonomian informal sehingga tidak mengganggu orang lain," kata Heryawan.

Ia mengharapkan setiap kota bisa melakukan kompromi untuk menata PKL. "Saya rasa penataan PKL di Solo, Jokowi pun melakukan kompromi. Saya sendiri tidak tahu persis kompromi yang dilakukan untuk menata PKL ala Jokowi. Pasalnya, di beberapa daerah penataan PKL memang sangat sulit dilakukan, Seperti di Jakarta penataan PKL ini tidak pernah selesai," katanya.

Mungkin, katanya, kompromi yang dilakukan Jokowi dalam penataan PKL bisa diterapkan di Kota Bandung dan daerah lainnya di Jabar. Ia siap untuk ikut andil dalam menyelesaikan permasalahan PKL. Yakni dengan cara berkoordinasi dengan kabupaten/kota untuk menghadirkan solusi yang tidak mematikan kreativitas sektor ekonomi, tapi juga tidak mengganggu ketertiban, estetika kota, dan masyarakat.

  • Cep Asrob
  • Profile

KONFLIK SBY DAN ANAS TERUIS BERLANJUT KE SEMUA SEKTOR  GERAK PARTAI

...........Duuuuuuh cape deh, kapan mikirin rakyatnya ........???

WALIKOTA BANDUNG RIDWAN KAMIL  HANYA PERLU 300 PNS YG MAU  KERJA KERAS,KERJA CERDAS, KERJA TUNTAS DAN KERJA IKHLAS.

.............Tenaaaaaaaaaang Mang RK , Masih Banyak  Warga Bandung yg mau berjuang

Lainnya

Asep Sunandar Sudah Mendalang Dari Umur 14 Tahun

asep_sunandar.jpg

Bandung (PAKUAN) - Almarhum Asep Sunandar meninggal di usia 59 tahun. Almarhum meninggalkan seorang istri bernama Nenah Hayati, 14 orang anak, dan 11 orang cucu. Atas jasa, kerja keras, dan pengabdiannya terhadap seni wayang golek, dia berhasil memperkuat icon wayang golek di Jabar. Asep Sunandar merupakan anak ke tujuh dari 13 bersaudara dari ayahnya yang bernama Sunarya. Pria kelahiran 3 September 1955 tersebut, adalah dalang kondang yang kerap keliling dunia untuk memperkenalkan...

Lainnya

Opini

KESENIAN BENJANG

BENJANG.jpg

KAB.BANDUNG (PAKUAN) - Benjang adalah jenis kesenian tradisional Tatar Sunda, yang hidup dan berkembang di sekitar Kecamatan Ujungberung, Kabupaten Bandung hingga kini. Dalam pertunjukannya, selain mempertontonkan ibingan (tarian) yang mirip dengan gerak pencak silat, juga dipertunjukkan gerak-gerak perkelahian yang mirip gulat. Seperti umumnya kesenian tradisional Sunda yang selalu mempergunakan lagu untuk mengiringi gerakan-gerakan pemainnya, demikian pula dalam seni benjang,...

Lainnya

Pengunjung

http://buytramadol50mghclonline.com
[Valid RSS]