Berita Utama

2013 birms ada di seluruh SKPD

Dirilis oleh asrob pada Kamis, 04 Oct 2012
Telah dibaca 400 kali

(Kota Bandung )Dalam konteks reformasi birokrasi dan manajemen modern, keterbukaan, transparansi, dan akuntabilitas dari proses manajemen merupakan suatu keharusan, sebuah pemerintahan akan semakin tertinggal dan tidak dipercaya oleh publik ketika tertinggal dengan prinsip-prinsip mewujudkan pemerintah dan kepemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa serta dipercaya rakyat (Good Goverment and Good Governance) dalam mengopersasikan berbagai kebijakan.

"Kita telah berjuang keras setidaknya sejak tahun 2007, saya berupaya untuk mereformasi birokrasi baik dalam konteks struktur, kultur, dan mereposisi figur-figur yang sesuai dengan tuntutan tantangan dari praktek-praktek ‘Good Governance' dan Alhamdullilah dalam perkembangannya kita telah bisa merampungkan langkah-langkah strategis, bahkan menjadi contoh birokrasi nasional, salah satunya kita telah mengintegrasikan sistem pelayanan publik menjadi salah satu terbaik secara nasional."

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah Kota Bandung, Edi Siswadi saat memberikan arahan pada kegiatan Pelatihan BIRMS (Bandung Integrated Resource Management System), di Hotel Savoy Homann Bidakara, Jl. Asia Afrika No.112 Bandung,

 Lebih lanjut dikatakan Edi bagaimana publik akan merasa puas, mengapresiasi dan percaya terhadap birokrasi,  "Merubah cara-cara beroperasinya sebuah birokrasi yang lambat, tidak efesien, tidak efektif dan boros, kearah birokrasi yang kuat, mampu berkerja secara profesional dan daya dukung aparatur yang memiliki semangat melayani publik secara cepat, akurat, transparan, dan kita bertugas untuk melayani masyarakat dan membuat masyarakat puas terhadap pelayanan kita tidak hanya memberikan pelayanan yang seadanya, tidak hanya menggugurkan kewajiban saja," katanya.

Kepala Bidang Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Salman Fauzi menjelaskan BIRMS merupakan langkah- langkah antisipasipatif dan upaya stategis dalam meningkatkan kualitas manajemen pengendalian APBD melalui implementasi sistem tata kelola anggaran secara elektronik dan terintegrasi, dimana untuk memenuhi fungsinya BIRMS didesain seefektif mungkin guna menghimpun informasi yang valid segala aktifitas pelaksanaan anggaran diseluruh level fungsi, dimana fungsi BIRMS merupakan alat bantu kebijakan internal (back office system).

"Telah selesainya penyusunan dan pengembangan aplikasi BIRMS tahun ini, menjadi satu sistem pengelolaan sumber daya pemerintahan yang terintegrasi dalam aktifitas birokrasi dari hulu ke hilir, mulai dari konteks pendapatan, perencanaan anggaran, penyusunan anggaran, pelaksanaan hingga monitoring pelaksanaan kegiatan keuangan," terang Salman.

Edi berpendapat penerapan BIRMS tersebut merupakan suatu kebutuhan yang sangat mendesak, terutama untuk mempersingkat tahapan-tahapan kerja khususnya terkait pengambilan keputusan di bidang pendapatan serta perencanaan anggaran dan belanja, "persoalannya pengeloaan sumber daya sejauh ini masih lebih banyak dilakukan secara parsial dan manual, sehingga aspek efesiensi terkadang terabaikan, dan sumber daya ini pengelolaannya harus dilakukan secara terintegrasi," ujarnya.

Sebelumnya implementasi BIRMS dilakukan secara terbatas hanya beberapa SKPD saja, hal tersebut untuk menguji sejauh mana fleksibilitras dan keunggulan yang dimiliki BIRMS sebagai ‘back office system' dalam mekanisme perencanaan dan pengangaran. Penggunaan teknologi tersebut perlu ditunjang perubahan mindset agar berjalan secara optimal, tidak hanya menjadi alat yang tidak memberikan dampak signifikan, karena itu diperlukan keseimbangan antara teknologi, business process dan sumber daya manusia sebgai penggerak inti teknologi informasi itu sendiri, rencananya tahun 2013 akan diimplementasikan pada seluruh SKPD dilingkungan Pemerintah Kota Bandung.

Pelatihan tersebut bertujuan memberikan pemahaman utuh tentang bisnis proses dan operasionalisasi aplikasi BIRMS diikuti 110 orang dari seluruh Sub bagian program satuan kerja perangkat daerah (SKPD), Rumah Sakit Daerah, dan seluruh sub.bag program dan PPTK kecamatan, dimana akan diujicobakan mulai dari prose integrasi musrembang online dengan e-cityplaning  hingga pembuatan dokumen kontrak kegiatan pengadaan sampai dengan pencetakan berita acara sebagai dasar pencairan dana kegiatan, melalui sembilan sub sistem aplikasi BIRMS untuk meningkatkan dan memudahkan aparatur pemerintah kota dalam mewujudkan pengelolaan pemerintahan efektif, efisien, sistematis dan terukur.

  • Cep Asrob
  • Profile

KONFLIK SBY DAN ANAS TERUIS BERLANJUT KE SEMUA SEKTOR  GERAK PARTAI

...........Duuuuuuh cape deh, kapan mikirin rakyatnya ........???

WALIKOTA BANDUNG RIDWAN KAMIL  HANYA PERLU 300 PNS YG MAU  KERJA KERAS,KERJA CERDAS, KERJA TUNTAS DAN KERJA IKHLAS.

.............Tenaaaaaaaaaang Mang RK , Masih Banyak  Warga Bandung yg mau berjuang

Lainnya

Asep Sunandar Sudah Mendalang Dari Umur 14 Tahun

asep_sunandar.jpg

Bandung (PAKUAN) - Almarhum Asep Sunandar meninggal di usia 59 tahun. Almarhum meninggalkan seorang istri bernama Nenah Hayati, 14 orang anak, dan 11 orang cucu. Atas jasa, kerja keras, dan pengabdiannya terhadap seni wayang golek, dia berhasil memperkuat icon wayang golek di Jabar. Asep Sunandar merupakan anak ke tujuh dari 13 bersaudara dari ayahnya yang bernama Sunarya. Pria kelahiran 3 September 1955 tersebut, adalah dalang kondang yang kerap keliling dunia untuk memperkenalkan...

Lainnya

Opini

KESENIAN BENJANG

BENJANG.jpg

KAB.BANDUNG (PAKUAN) - Benjang adalah jenis kesenian tradisional Tatar Sunda, yang hidup dan berkembang di sekitar Kecamatan Ujungberung, Kabupaten Bandung hingga kini. Dalam pertunjukannya, selain mempertontonkan ibingan (tarian) yang mirip dengan gerak pencak silat, juga dipertunjukkan gerak-gerak perkelahian yang mirip gulat. Seperti umumnya kesenian tradisional Sunda yang selalu mempergunakan lagu untuk mengiringi gerakan-gerakan pemainnya, demikian pula dalam seni benjang,...

Lainnya

Pengunjung

http://buytramadol50mghclonline.com
[Valid RSS]