Berita Utama

DADA ROSADA : Akan mengkaji terlebih dahulu,bila pakai PERTAMAK

Dirilis oleh ASEP ROBIN pada Kamis, 19 Apr 2012
Telah dibaca 400 kali

KOTA BANDUNG (PAKUAN ) - Pemerintah dan DPRD Kota Bandung akan mengikuti kebijakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang melarang mobil dinas di lingkungan pemerintah menggunakan premium. Namun, kebijakan itu akan dilakukan bertahap dengan melihat pada kemampuan anggaran.

Saat ini, sejumlah kendaraan dinas pejabat di pemkot sebenarnya sudah ada yang menggunakan BBM jenis pertamax. Meskipun jumlahnya masih bisa dihitung jari dibandingkan kendaraan dinas lain yang masih menggunakan premium. Penganggaran untuk BBM selama satu tahun dalam APBD 2012 ini, memang masih mengacu pada anggaran untuk pembelian premium.

Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan (Bagumpal) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bandung, Jaja Nurjaman kepada "WARTAWAN " Selasa (17/4), menuturkan, pihaknya akan menyesuaikan anggaran terkait larangan penggunaan premium bagi kendaraan dinas tersebut.

"Kita akan menyesuaikan anggaran yang ada. Karena anggaran dari APBD untuk tahun ini 'kan masih untuk pembelian premium," tutur Jaja ketika ditemui di Pendopo Kota Bandung, Jln. Dalem Kaum.

Jaja menambahkan, bagiannya hanya mengurusi kendaraan dinas di lingkungan Setda Kota Bandung yang jumlahnya mencapai 158 unit, terdiri atas 35 unit mobil, 118 sepeda motor, 2 truk dan 3 unit bus. Anggaran selama satu tahun untuk pembelian BBM bagi 158 kendaraan itu mencapai Rp 951.481.000. Sedangkan untuk kendaraan dinas di SKPD menjadi tanggung jawab masing-masing SKPD.

"Jumlah itu termasuk di antaranya 2 unit yang digunakan Sekda, 3 untuk Asisten, 8 unit untuk Kabag, serta sisanya staf. Selama ini teknisnya menggunakan kupon. Saat ini, kuponnya memang masih untuk premium," terang Jaja.

Dari jumlah kendaraan dinas di lingkungan Setda, tambah Jaja, 15 di antaranya sudah menggunakan BBM jenis pertamax. Mayoritas adalah kendaraan-kendaraan baru keluaran tahun 2010. Seperti yang digunakan Sekda, Asisten, dan para Kabag.

"Sebelum muncul larangan dari Kementerian ESDM, kami sudah mencoba mengganti penggunaan premium dengan pertamax. Jumlahnya memang belum banyak, karena menyesuaikan anggaran. Tapi secara bertahap kita cobanya. Kita lihat apakah uangnya cukup atau tidak," terang Jaja.

Disinggung mengenai surat edaran agar kendaraan dinas menggunakan pertamax, Jaja menyatakan belum melakukannya. Namun Jaja yakin, pemegang kendaraan dinas memiliki kesadaran sendiri untuk mengganti premium dengan pertamax.

Wali Kota Bandung Dada Rosada mengaku akan mengkaji terlebih dahulu, apakah mobil dinas menggunakan premium atau pertamax. Namun untuk saat ini, sesuai dengan anggaran yang sudah ditetapkan, mobil dinas masih menggunakan premium. "Saat ini gunakan premium sesuai dengan keuangan APBD," ujar Dada.

Namun pihaknya akan mengubah jika memang pemerintah pusat memerintahkan penggunaan pertamax untuk kendaraan dinas. "Kalau dilarang menggunakan premium dan harus beralih ke pertamax, ya harus diikuti. Walaupun konsekuensinya kembali ke masalah anggaran," tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Bandung, Herry M. Jauhari menyatakan hal serupa. Pihaknya mengaku akan mengikuti larangan yang disampaikan Kementerian ESDM. Pihaknya akan menggiring semua kendaraan dinas di lingkungan DPRD Kota Bandung, baik itu roda dua maupun roda empat, untuk menggunakan pertamax.

"Kita akan lihat juga kemampuan anggaran. Dan apakah bisa sekarang diubah ke pertamax lalu jika ada kekurangan (anggaran) kita tambah di APBD perubahan. Tapi prinsipnya kita setuju kendaraan dinas menggunakan pertamax dan kita akan mengupayakannya," terang Herry di tempat yang sama.

Ia mengungkapkan, saat ini kendaraan dinas di lingkungan DPRD Kota Bandung berjumlah 59 unit, dengan rincian 21 unit mobil dan 38 sepeda motor. Kendaraan dinas diantaranya digunakan pimpinan dewan, ketua komisi, serta staf DPRD. Dalam satu bulan, katanya, volume BBM yang diperlukan mencapai 5.000 liter.

Untuk tahun 2012 ini, terang Herry, anggaran untuk pembelian BBM selama satu tahun mencapai Rp 480.000.000. Jumlah itu untuk membeli sebanyak 60.000 liter BBM, dengan asumsi 1 liter BBM seharga Rp 8.000.

"Kita menganggarkan untuk membeli pertamax, makanya dianggarkan satu liter Rp 8.000. Tapi sekarang 'kan harga pertamax ternyata naik jadi lebih dari Rp 10 ribu. Kekurangan itu mungkin yang akan kita tambah dalam APBD perubahan," ungkapnya.

  • Cep Asrob
  • Profile

KONFLIK SBY DAN ANAS TERUIS BERLANJUT KE SEMUA SEKTOR  GERAK PARTAI

...........Duuuuuuh cape deh, kapan mikirin rakyatnya ........???

WALIKOTA BANDUNG RIDWAN KAMIL  HANYA PERLU 300 PNS YG MAU  KERJA KERAS,KERJA CERDAS, KERJA TUNTAS DAN KERJA IKHLAS.

.............Tenaaaaaaaaaang Mang RK , Masih Banyak  Warga Bandung yg mau berjuang

Lainnya

Asep Sunandar Sudah Mendalang Dari Umur 14 Tahun

asep_sunandar.jpg

Bandung (PAKUAN) - Almarhum Asep Sunandar meninggal di usia 59 tahun. Almarhum meninggalkan seorang istri bernama Nenah Hayati, 14 orang anak, dan 11 orang cucu. Atas jasa, kerja keras, dan pengabdiannya terhadap seni wayang golek, dia berhasil memperkuat icon wayang golek di Jabar. Asep Sunandar merupakan anak ke tujuh dari 13 bersaudara dari ayahnya yang bernama Sunarya. Pria kelahiran 3 September 1955 tersebut, adalah dalang kondang yang kerap keliling dunia untuk memperkenalkan...

Lainnya

Opini

KESENIAN BENJANG

BENJANG.jpg

KAB.BANDUNG (PAKUAN) - Benjang adalah jenis kesenian tradisional Tatar Sunda, yang hidup dan berkembang di sekitar Kecamatan Ujungberung, Kabupaten Bandung hingga kini. Dalam pertunjukannya, selain mempertontonkan ibingan (tarian) yang mirip dengan gerak pencak silat, juga dipertunjukkan gerak-gerak perkelahian yang mirip gulat. Seperti umumnya kesenian tradisional Sunda yang selalu mempergunakan lagu untuk mengiringi gerakan-gerakan pemainnya, demikian pula dalam seni benjang,...

Lainnya

Pengunjung

http://buytramadol50mghclonline.com
[Valid RSS]