Dinsos Kota Bandung Terkesan Dingin Sosialisasi Rp 15jt Untuk Pasien Covid-19 Yang Meninggal

Dinsos Kota Bandung Terkesan Dingin Sosialisasi Rp 15jt Untuk Pasien Covid-19 Yang Meninggal Dinas Sosial Kota Bandung

www.hu-pakuan.com BANDUNG - Penyakit koronavirus 2019 disingkat COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, salah satu jenis koronavirus.

Adapun, keluarga pasien yang meninggal dunia positif Covid-19, diberikan santunan sebesar Rp.15 juta kepada ahli warisnya oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos RI).

Hal ini dibenarkan oleh Yuliana, Sekdis Dinas Sosial Kota Bandung saat ditemui disposisi.com diruang kerjanya, Rabu, (11/11/2020).

Saat disposisi.com menanyakan apakah surat edaran dari kemensos tentang santunan tersebut sudah disosialisasikan ke tingkat lebih bawah lagi (Camat dan Lurah), Yuliana terkesan menghindar dan malah menceritakan tentang teknis bantuannya.

Sesuai hasil telusuran disposisi.com pada beberapa Camat dan Lurah di kota Bandung, yang sempat ditemui disposisi.com, tidak ada satupun yang mengaku pernah mengetahui program ini dan merasa tidak permah mendapat sosialisasi program itu dari Dinsos kota Bandung.

“Tidak pernah dengar program itu, bahkan saya baru tahu sekarang dari Anda (wartawan), apa benar ada program itu?” Ujar salah satu Camat berbalik nanya ke disposisi.com.

Yuliana juga mengakui bahwa surat edaran dari Kementerian Sosial RI Ditjen Linjamsos Dir. Perlindungan Korban Bencana Sosial Nomor : 427/3.2/BS.01.02/06/2020 tentang Penanganan Perlindungan Sosial bagi Korban Meninggal Dunia Akibat Virus Corona (Covid-19), sudah diterima dinsos kota Bandung pada bulan Juni 2020.

Yuliana berkilah bahwa dia mengetahui adanya program tersebut hanya melalui grup WhatsApp pelayanan, dan dia tidak pernah melihat suratnya secara fisik ataupun elektronik.

Tapi sampai saat ini (sudah 5 bulan) masih sangat minim info dikota Bandung tentang program tersebut dan bahkan terhitung 4 kecamatan dan sekitar 10 kelurahan di kota Bandung yang telah ditemui disposisi.com belum tahu tentang sosialisasinya.

Yuliana sempat mengatakan bahwa dia sudah memberitahukan sosialisasi tentang hal tersebut pada Ketua Forum Camat dan Ketua Forum Lurah Kota Bandung, menurutnya para ketua Forum hanya tinggal menyebarkan pada anggotanya.

Saat Kami menghubungi ketua Forum Lurah (Lurah Pasteur) melalui sambungan telepon, Lurah Pasteur menyanggah hal tersebut, dia merasa belum pernah mendapatkan info tentang program ini dari pihak Dinsos, begitu pula saat disposisi.com mencoba menemui Ketua Forum Camat (Arcamanik) kebetulan Camat sedang tidak ada di tempat, dan menurut salah satu lurah yang berada di wilayah kecamatan Arcamanik, dia juga juga belum pernah mendengar tentang hal ini dari Camatnya atau dari Dinsos.

Sekitar tiga minggu kemudian, disposisi.com kembali menanyakan hal tersebut pada Yuliana melalui Pesan WhatsApp, Kamis (26/11/2020), dan Yuliana menjawab dengan nada terkesan bingung, serta mengarahkan disposisi.com untuk menemui Ibu Iis bagian Kasi pelayanan.

Saat itu juga disposisi.com langsung meluncur ke kantor Dinas Sosial Kota Bandung.

“Pasti memang akan lupa karena sudah lama, dan mereka banyak permasalahan, video nya pun mungkin sudah lupa yg mana, termasuk saya jg karena penuh jd sudah dihapus, dan saya jg tidak memberitahukan kalau itu sosialisasi, Saya hanya sebatas menginformasikan atau mengirim terusan video tentang cara klaim santunan kematian dampak covid.

Karena saya pribadi pun tidak tau ada aturan tsb, Hanya itu video bagus dan bermanfaat utk diinformasikan lagi.” Terang Yuliana melalui pesan WhatsApp yang dikirimkan ke disposisi.com.

Sampai dikantor Dinsos sekitar pukul 10.20 WIB sesuai janji jam 10.00 WIB, tapi Ibu Iis Kasi pelayanan ternyata sedang ada rapat, lalu disposisi menuju ke ruang Yuliana, dan ternyata Yuliana juga sudah keluar kantor.

“Sekdis sedang keluar kantor pak, ngak tahu jam berapa balik ke kantor lagi, coba ditelp aja pak” Kata security pada disposisi.com saat di ruang tamu.

Saat ditelp HP Yuliana sedang tidak aktif, begitu juga saat di hubungi melalui pesan WhatsApp hanya centang satu menandakan aplikasinya tidak aktif, padahal baru beberapa menit yang lalu HP nya masih bisa dipakai komunikasi dengan disposisi.com.

Sore harinya disposisi.com kembali ke kantor Dinsos dan ditemui oleh Kasi Pelayanan Ibu Iis. Kasi pelayanan menerangkan bahwa surat sudah ada di pelayanan Dinsos Kota Bandung sejak tanggal 6 Juli 2020 (sesuai tanggal pada kartu terusan) dan surat secara fisiknya juga ada tertanggal 30 Juni 2020, (Surat edaran dari Dinsos provinsi ditujukan pada Dinsos kota/kab se Jawa Barat).

Berbekal surat secara fisik dan kartu terusan, disposisi.com menemui Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Tono Rusdiantono, untuk mengkonfirmasi kenapa pihak Sekdis menyatakan tidak pernah melihat surat tersebut secara fisik, Tono menyatakan bahwa kartu terusan itu yang membuat Sekdis dan dia berkilah bahwa saking banyaknya tugas bisa saja surat tersebut terlupakan.

“Kalau surat disposisi kepada para Kabid ini yang membuat Sekdis, dan mohon maaf saking banyaknya pekerjaan kami bisa saja surat ini terselip” ujarnya.

Saat disposisi.com kembali menanyakan hal ini pada Sekdis, dan dijawab melalui pesan WhatsApp, dia meminta maaf dan mengakui bahwa memang surat tersebut dia tidak ingat.

“Maaf memang saya lupa karena banyaknya surat2 yg masuk, Memang bener mnjadi arahan dari pimpinan utk semua surat dari sekretariat masuk ke sekdis utk segera ditindaklanjuti oleh bidang secara teknis, karena kesibukan pa kadis secara kedinasan, kecuali hal2 yg memang menjadi kebijakan pa kadis, saya lanjutkan utk mendapatkan disposisi pa kadis.

Memang awal saya tau ttg santunan dari video yg di upload bu iis, Selanjutnya bu iis mengirimkan surat2 edaran tsb ke sekretariat yg saya disposisi utk ditindaklanjuti oleh bidang teknis terkait, Jd yg saya ingat hanya video nya saja, sedangkan suratnya tidak ingat. Nuhun” Jelas Yuliana melalui pesan WhatsApp, Senin (30/11/2020).

Sampai berita ini ditayangkan, sebagian besar masyarakat di kota Bandung yang keluarganya meninggal karena Covid-19 belum mengetahui adanya santunan yang bisa diklaim oleh ahli warisnya. Dan andai tahu juga, mereka sulit mendapatkan informasi tentang prosedur dan persyaratannya.

“Orang tua saya meninggal karena Covid sebulan yang lalu, dan saya pernah dengar tentang program santunan ini, tapi saya bingung harus bertanya kemana, karena pihak kelurahan juga bilangnya belum dengar adanya santunan ini” Jelas salah satu ahli waris pasien Covid-19 yang meninggal diwilayah kecamatan Cibeunying Kidul.

sumber(disposisi.com)

Editor: Cepasrob

Komentar