FKUB Jabar Minta Pelaksanaan Safari Dakwah Harus Sesuai Protokol Kesehatan

FKUB Jabar Minta Pelaksanaan Safari Dakwah Harus Sesuai Protokol Kesehatan Drs. HM. Rafani Ahyar, Ketua FKUB Jawa Barat

www.hu-pakuan.com BANDUNG - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Barat (Jabar) meminta kepada Pemprov Jabar agar tidak tebang pilih berkaitan penegakan aturan protokol kesehatan COVID-19.

Ketua FKUB Jabar Rafani Achyar berharap acara yang digelar di Megamendung Bogor dan dihadiri ribuan pendukung Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab, beberapa waktu lalu, tidak terulang lagi. "Penegakan hukum harus tegas, jangan pilih kasih. Kemarin ini kan pemerintah tidak bisa apa-apa, jangan terulang lagi," kata Rafani di Jalan Cibeunying, Kota Bandung, Selasa (17/11/2020).

"Ini sudah kita lihat satu dua hari ini, bahkan katanya akan ada safari di Jabar yang pasti mengundang kerumunan massa. Mari kita berpartisipasi dengan cara memberikan contoh, hindari penumpukan orang dan jemaah," Rafani menambahkan.

Pihaknya tak melarang safari dakwah. Namun FKUB Jabar meminta pelaksanaan safari dakwah harus sesuai protokol kesehatan yang selama ini disosialisasikan pemerintah kepada masyarakat.

"Safari itu hak yang bersangkutan, tetapi yang kami minta coba penuhi aturan protokol kesehatan. Karena kalau tidak terkendali, di situ bisa muncul klaster baru, kan bukan hanya kepada jemaahnya, tapi masyarakat lain. Cobalah penuhi protokol kesehatan," ucap Rafani.

"Kepada masyarakat banyak, tidak harus berkumpul dan berjubel, dalam agama kan kalau itu menimbulkan masadat harus dihindari," tambahnya.

Tak hanya itu, ia meminta kepada pemuka agama lainya agar mengurangi kegiatan keagamaan yang dapat menimbulkan kerumunan massa di tengah pandemi COVID-19. "Kita belum tahu sampai kapan COVID-19 ini selesai. COVID-19 masih ada dan kita juga belum tahu puncaknya kapan. Katanya Desember, pada Bulan Desember ada perayaan natal, tahun baru dan pilkada serentak, mungkin saja puncak itu terjadi di Desember," katanya.

Selain itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar tetap menjaga protokol kesehatan yang sangat ketat dalam setiap kegiatannya. "Mari patuhi protokol kesehatan. Terutama dalam kegiatan keagamaan. Terlepas sudah dilonggarkan, harus tetap pakai aturan, pakai protokol kesehatan, intinya kurangi kerumunan orang banyak," ujar Rafani.

Rafani menilai saat ini masyarakat seolah-olah pandemi COVID-19 ini usai. Padahal, kasus positif COVID-19 masih terus terjadi.

"Mari kita jaga kondusifitas supaya hidup ini damai, harmoni, walau di tengah suasana yang sulit, mari momentum ini jadi momentum bangkit rasa sosial, saling menolong, membantu, hidup guyub dan rukun," kata Rafani.

 

Editor: Cepasrob

Komentar