Masuk Musim Pancaroba, Oded Ingatkan Masyarakat Hadapi Kemungkinan Banjir

Masuk Musim Pancaroba, Oded Ingatkan Masyarakat Hadapi Kemungkinan Banjir Wali Kota Bandung, Oded M. Danial

www.hu-pakuan.com BANDUNG – Musim Pancaroba adalah masa peralihan antara dua musim utama di daerah iklim muson, yaitu di antara musim penghujan dan musim kemarau.

Dalam pranata mangsa yang dikenal di Pulau Jawa, pancaroba antara musim penghujan dan musim kemarau (biasa terjadi pada bulan Maret dan April) disebut sebagai mangsa (musim) marèng, sementara pancaroba antara musim kemarau dan musim penghujan (biasa terjadi pada bulan Oktober hingga Desember) disebut mangsa labuh.

Begitu pula, Wali Kota Bandung Oded M Danial menginstruksikan dinas dan aparat kewilayahan untuk siaga saat memasuki musim hujan. Ada potensi terjadi banjir di beberapa wilayah di Kota Bandung.

Oded M Danial tidak menyebut daerah mana saja yang menjadi titik rawan banjir ataupun banjir bandang di Kota Bandung.

Selain itu, Oded pun meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, selalu menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai-sungai.

Menurutnya Oded, banjir, longsor, bahkan banjir bandang bisa datang secara tiba-tiba karena ada hujan besar atau pun adanya kiriman air pascahujan besar di titik tertentu.

"Saya kira dimana pun warga yang ada di bantaran sungai untuk hati-hati, karena bisa ada longsor tiba-tiba," ujar Oded, saat ditemui di Pendopo Kota Bandung, Rabu (23/9/2020).

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung mengimbau masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem di masa pancaroba atau peralihan musim.

Keberadaan awan comulonimbus saat ini berpotensi menyebabkan terjadinya hujan lebat disertai angin dan petir. Cuaca ekstrem ini diperkirakan berlangsung hingga awal bulan Oktober.

Editor: Cepasrob

Komentar