Hantu Asia Afrika Bakal Dibina Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kota Bandung

Hantu Asia Afrika Bakal Dibina Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kota Bandung

(PAKUAN)

www.hu-pakuan.com Bandung -  Para wisatawan yang biasa berfoto dengan hantu Asia Afrika, Kota Bandung, bakal semakin nyaman. Para hantu Asia Afrika ini bakal terus dibina Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung.

Kepala Disbudpar Kota Bandung Keny Dewi Kaniasari mengatakan untuk memberi kenyamanan para pelancong, pihaknya terus membina hantu Asia Afrika. Hantu-hantu, kata Kenny tidak bisa dibiarkan berjalan sendiri.

Kenny berpendapat dinas terkait lainnya harus melakukan pembinaan sesuai konteknya masing-masing. Kenny mengakui kehadiran para hantu berpotensi menjadi daya tarik bagi pariwisata.

"Objek wisata di Jalan Asia Afrika salah satu daya tariknya para hantu itu, wisatawan ikut berfoto," ujarnya kepada Tribun di Balai Kota, Sabtu (28/12/2019).

Keberadaan para hantu-hantu ini menjadi daya tarik bagi pelancong yang datang ke Jalan Asia Afrika, tepatnya di trotoar sampaing Kantor PLN.

Pelancong pun senang berfoto dengan mereka. Tak hanya warga Bandung yang datang ke sana, dari luar kota juga ada yang sengaja datang ke tempat wisata selefie ini.

Hendra Setiawan misalnya. Kamis (26/12/2019), bersama istri dan kedua anaknya, asyik berfoto dengan pocong yang duduk di kursi yang tersedia di trotoar. Anaknya sempat ketakutan sebelum pemotretan tersebut.

"Lagi berkunjung ke rumah mertua di Cibiru. Iya, sengaja main ke sini," kata Hendra yang mengaku warga Tasikmalaya ini.

Pelancong lainnya, Ibu Ratna yang datang bersama adiknya dan keponaknnya asyik berfoto dengan kuntilanak. Dia mengaku datang dari Jakarta Barat. Mereka tertawa lepas menyaksikan tingkah keponakannya yang masih remaja agak ketakutan melihat kuntilanak.

Kalau Juwita datang dari Cibaduyut. Dia mengaku sengaja lewat ke Jalan Asia Afrika mengantar anaknya. Juwita berfoto bersama pocong. Dia memasukkan uang ke kotak yang tersedia setelah berfoto.

Soal legalitas, para hantu ini tak perlu waswas lagi. Mereka tak lagi takut dikejar-kejar petugas Satpol PP.

Menurut Kordinator Lapangan Komunitas Comjurig Bandung, Hendra (42), setelah ada penutupan Jalan Ir H Sukarno pada 2016, para hantu bebas berkeliaran.

Comjurig Bandung adalah komunitas pengguna kostum hantu yang mangkal di Jalan Asia Afrika.

Menurut Hendra anggotanya mencapai 40 orang. Ke-40 orang itu tidak setiap hari tumplek di sana. Namun pada hari libur dan week end hantu-hantu yang berjajar bisa mencapai 40 orang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Keny Dewi Kaniasari mengatakan, jumlah para hantu dan superhero di Jalan Asia Afrika mencapai 40 orang.

"Data sampai 28/12/2019 laporan dari koordinator ada 40 orang," ujar Kenny di Balai Kota, Sabtu (28/12/2019).

Kenny mengaku tidak tahu kehadiran mereka legal atau ilegal. Menurutnya yang lebih tahu adalah Satpol PP dan Dinas Sosial.

Editor: iboy

Komentar