Kota Bandung ; Penanganan PMKS Lewat Langkah Terpadu

Kota Bandung ; Penanganan PMKS  Lewat Langkah Terpadu

PAKUAN

www.hu-pakuan.com Bandung - KOTA Bandung hingga saat ini masih terus berjuang untuk menekan bahkan menghilangkan keberadaan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Penanganan PMKS dilakukan lewat berbagai cara, salah satunya lewat langkah terpadu seperti yang dilakukan oleh aparatur di Kelurahan Caringin.

Sejak beberapa tahun terakhir, Kelurahan Caringin di bawah pimpinan Lurah Farhan Akbar terus berinovasi melakukan upaya-upaya penanganan PMKS. Meski belum optimal, upaya tersebut dinilai memberikan dampak cukup besar dalam menekan angka PMKS.

Hal itu mengemuka dalam "Seminar dan Diskusi Panel Penyusunan Roadmap 2020-2024 Penanganan PMKS Kelurahan Caringin", di kantor Kelurahan Caringin, Jalan Besi, Bandung Kulon, Kota Bandung, Senin (30/12/2019). Seminar menghadirkan narasumber Prof. Diana Harding (Kepala Departemen Psikologi Industri dan Organisasi Unpad), Santoso Tri Rahardjo (Kepala Pusat Studi CSR Kewirausahaan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Unpad) serta Ariwibowo (Lektor Kepala STKS Kota Bandung).

"Dalam penanganan PMKS di Kelurahan Caringin ini memang memerlukan dukungan komprehensif dari berbagai pihak. Tujuannya agar penanganan bisa tepat sasaran. Maka kami menilai perlu adanya panduan khusus," kata Lurah Caringin, Farhan Akbar.

Pihaknya, tambah Farhan, mencoba menangani keberadaan PMKS lewat program pemberdayaan. Salah satunya dengan membentuk
Caringin Creative and Culture Center atau C4. Lewat program ini, PMKS dilatih dan diberdayakan agar memiliki kreativitas yang mengarahkan mereka kepada kegiatan positif yang menghasilkan.

"Di sisi lain, kami juga upayakan agar pada kader pekerja sosial masyarakat dibenahi pengetahuan psikologisnya sehingga penanganan PMKS lebih manusiawi. Dengan begitum upaya ini bisa mengangkat martabat PMKS dari segi mentalitasnya," papar Farhan.

Sekretaris Lurah Caringin, Tjakra Irawan menerangkan, hingga saat ini total PMKS yang ada di Kelurahan Caringin berjumlah 363 jiwa. Mereka terdiri dari fakir miskin sebanyak 258 orang, PRSE/Perempuan Rawan Sosial Ekonomi 51 orang, disabilitas 21 orang, lansia terlantar 3 orang, gelandangan 3 orang, anak dengan kedisabilitasan 2 orang, korban penyalahgunaan napza 2 orang, pemulung 2 orang, KBSP/Keluarga Bermasalah Sosial Psikologis 1 orang dan anak putus sekolah 17 orang.

"Lewat seminar dan diskusi ini kami berharap apa yang disampaikan narasumber yang berkompeten bisa memberikan masukan yang bermanfaat bagi roadmap penanganan PMKS di Kelurahan Caringin," ujarnya.

Salah seorang narasumber, Prof. Diana Harding mengatakan, saat ini tingginya jumlah PMKS terjadi akibat berbagai faktor. Akan tetapi yang paling berperan disamping soal ekonomi, yakni kurangnya pendampingan.

Pada seminar yang pesertanya datang dari kader PKK, Ketua RW dan RT, Karang Taruna serta LPM itu, narasumber Santoso Tri Rahardjo memberikan materi mengenai strategi dan langkah langkah penanganan PMKS. Sedangkan Ariwibowo menyampaikan pandangannya mengenai masalah teknis pelaksanaan agar roadmap penanganan PMKS berjalan sesuai dengan harapan.

Editor: iboy

Komentar