Penggunaan Sekuter Listrik Harus Dihentikan

Penggunaan Sekuter Listrik Harus Dihentikan
(PAKUAN)
www.hu-pakuan.com Bandung - KOMISI C DPRD Kota Bandung meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung untuk menghentikan penyewaan skuter listrik, karena dinilai berpotensi menimbulkan kecelakaan. Mengingat saat ini, Kota Bandung tengah marak oleh penggunaan skuter listrik, terlebih belum adanya regulasi yang jelas.
"Untuk skuter listrik, saya meminta Dishub untuk menertibkannya, karena mengganggu pengguna ruang publik lainnya," ungkap Sekretaris Komisi C DPRD Kota Bandung, Hasan Faozi, di Gedung DPRD Kota Bandung, Jln. Sukabumi, Kota Bandung, Jumat (27/12/2019).
Menurutnya, jika Dishub tidak segera melakukan langkah pencegahan, dikhawatirkan akan timbul korban. Pasalnya, jalur yang dilewati skuter listrik merupakan jalan umum, serta sedikit banyak dianggap mengusik keberadaan angkutan umum.
"Jadi, operator skuter listrik tidak bicara dulu terkait aturan sewa menyewa, tapi kaji dampak kehadirannya bagi angkutan umum. Juga bagaimana aspek keselamatan bagi masyarakat," ujarnya. 
Politisi Gerindra ini, juga menilai perlu adanya pembatasan waktu operasional untuk alat transportasi yang tengah digandrungi anak muda tersebut, terlebih ketika malam hari. Sebab pada malam hari jalanan mulai sepi, sehingga tidak menutup kemungkinan ada bahaya yang mengancam.
"Selesaikan dulu regulasi operasional. Jangan gunakan ruang publik, bila tidak ada aturan yang jelas. Serta kepolisian harus melarang skuter listrik beroperasi di jalan raya," terangnya.
Selain itu, pihaknya juga melihat bahwa sejauh ini keberadaan skuter listrik tersebut, tidak memberi kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bandung.
"Kita melihat bahwa operasional skuter listrik menggunakan fasilitas negara, tapi tidak berikan kontribusi pada pembangunan. Maka harus dihentikan," katanya.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengimbau masyarakat untuk menggunakan skuter listrik pada event-event tertentu. Terlebih dengan regulasi terkait penggunaannya masih belum diatur dan tengah dalam kajian.
"Saran saya karena regulasinya belum diatur, dan kita tidak mau kejadian seperti di Jakarta. Maka digunakan di event-event tertentu, seperti car free day atau car free night," terangnya.
Dikatakannya bahwa himbauan tersebut, karena masih belum dapat dijaminnya keselamatan pengguna otopad jika dikendarai di jalan raya atau bersamaan dengan moda trasnportasi lainnya.
"Kalau di jalan raya jangan, karena enggak bisa disamakan dengan bermotor, apalagi enggak gampang mengendarainya. Juga enggak ada lampu belakangnya, serta safetynya yang perlu diperhatikan," tuturnya.
Yana menambahkan bahwa penggunaan skuter listrik dikhawatirkan ketika bersinggungan dengan kendaraan lain, terutama kendaraan besar seperti bus atau truk. Karena jarak pandang kendaraan besar tersebut, yang terbatas.
"Kalau di jalan-jalan lingkungan komplek silahkan, tapi kalau jalan raya jangan. Kita lihat dari sisi keamanannya," tambahnya.

Editor: iboy

Komentar