Keadaan Tangkuban Preahu Masih Berstatus Waspada

Keadaan Tangkuban Preahu Masih Berstatus Waspada

Bandung, hu-pakuan.com - GUNUNG Tangkubanparahu masih mengeluarkan asap kawah sedang berwarna putih setinggi 130 meter dari dasar Kawah Ratu, Senin (7/10) sekitar pukul 05.48 WIB. Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sejak erupsi pertama kali 26 Juli 2019 hingga kini sktivitas vulkanik masih fluktuatif.

"Sampai sekarang statusnya belum berubah. Masih level II atau waspada," kata Kepala Bidang Mitigasi Gunungapi pada Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Dr. Hendra Gunawan melalui pesan whatsapp, Senin (7/10/2019).

PVMBG mencatat terjadi tiga kali kegempaan hembusan dengan amplitudo 3-8 mm dengan durasi 7-20 detik. Terjadi juga satu kali kegempaan tektonik jauh dengan amplitudo 40 mm dan durasi 120 detik.

Hendra kembali mengingatkan masyarakat di sekitar Gunung Tangkubanparahu dan pengunjung atau wisatawan agar tidak mendekati Kawah Ratu dalam radius 1,5 kilometer.

"Masyarakat di sekitar Gunung Tangkubanparahu diharap tenang, beraktivitas seperti biasa. Tidak terpancing isu-isu tentang letusan Gunung Tangkubanparahu dan harap selalu mengikuti arahan BPBD setempat," kata Hendra.

Ia menambahkan, PVMBG juga masih merekomendasikan penutupan TWA Gunung Tangkubanparahu
Sebelumnya diberitakan, Kawah Ratu mengeluarkan gas beracun, yaitu gas hidrogen sulfida (H2S) dan sulfur dioksida (SO2).

Kedua gas beracun ini keluarnya bersamaan dengan erupsi kecil. Gas H2S dan SO2 tidak ramah bagi makhluk hidup.

Editor: irsyad

Komentar