Pemerintahan Kota Bandung : Ancaman Dampak Kantong Plastik belum diterapkan di pasar2 tradisional

Pemerintahan Kota Bandung : Ancaman Dampak Kantong Plastik belum diterapkan di pasar2 tradisional

hu-pakuan.com Bandung - Akhir-akhir ini  kantong plastik menjadi ancaman mengerikan, karena dampaknya yg semakin dirasakan, bukan hanya manusia tetapi umumnya dirasakan oleh semua makhluk hidup di muka bumi ini khususnya Kota Bandung.

oleh karena itu Aturan kantong plastik berbayar yang diterapkan oleh Pemerintah Kota Bandung belum diterapkan di pasar tradisional. Hal tersebut diutarakan oleh Sekretaris Umum Pedagang Pasar dan Warung Jawa Barat (Pesat Jabar) H. Muslim Arif.

Menurut Muslim, meski hanya Rp.200 namun kebijakan kantong plastik berbayar masih sulit diterapkan di pasar tradisional. Ia beranggapan bahwa budaya dari masyarakat menjadi salah satu faktor. Kemudian kesadaran masyarakat untuk membawa tas belanja sendiri juga masih kurang.

"Kalau di pasar tradisional belum ada penerapan kantong berbayar. Tapi di pasar modern itu sudah. Sepengetahuan saya, sulit untuk menerapkan itu di pasar tradisional. Karena ini sudah membudaya. Jadi selama ini kami belum pernah menerapkan plastik berbayar ini," ungkap Muslim ketika On Air di PRFM, Sabtu (5/10/19).

Meski demikian, Muslim mengaku saat ini pihaknya akan terus mencari solusi untuk masalah tersebut. Dirinya mengatakan bahwa Pesat Jabar siap mendukung penuh program pemerintah untuk mengurangi penggunaan kantong plastik. Tidak lupa Muslim juga mengimbau masyrakat untuk mulai membiasakan membawa tas belanja sendiri.

"Harapan kami, coba kita mulai untuk beralih dari ketergantungan terhadap kantong plastik. Kepada konsumen kami imbau untuk membiasakan diri membawa tas belanja masing masing. Coba mulai dari rumah sendiri. Kami para pedagang siap mendukung program pmerintah ini untuk mengurangi sampah plastik," pungkas Muslim.

Editor: IRSYAD

Komentar