HEGUN Angkat Bicara : Kecam Aksi i Oknum Bobotoh

HEGUN  Angkat Bicara : Kecam Aksi i Oknum Bobotoh ketua DPD KNPI Kota Bandung Hendra Guntara

Kota Bandung ( Pakuan ). Tak bisa dipungkiri kalau sepak bola adalah olahraga favorit masyarakat dari lapisan paling elit hingga yang paling melarat di segala penjuru dunia. Di Indonesia sendiri,  secara teori hanya sepak bola yang sekarang ini mampu menyatukan kalangan masyarakat di tengah panasnya isu agama, Pilpres dan Pileg, namun nyatanya Untuk menikmati sepakbola pertama-tama kita harus hidup. Setelah hidup, hal kedua yang terpenting adalah kita bisa tenang menikmatinya. Tidak ada rasa takut, ancaman, beban, atau halangan lainnya yang membuat kenikmatan itu terganggu.

Kemenangan Persib melawan Persija di Gelora Bandung Lautan Api pada Minggu (23/9/18), harus menyisakan duka mendalam. HaringgaSirila, pendukung Persija yang juga anggota The Jakmania tewas dikeroyok bobotoh Persib tepat di depan GBLA sebelum pertandingan di mulai. Kejadian tersebut baru ramai diperbincangkan malam hari pasca pertandingan usai, terutama setelah rekaman pengeroyokan tersebar di media sosial dan aplikasi pesan instan.

Kasus kematian dan bentrokan antar suporter selalu menjadi penyakit dunia sepakbola Indonesia yang harus segera dicari penawarnya.

 

Sementara Ketua DPD KNPI Kota Bandung, Hendra Guntara atau Hegun angkat bicara soal tindakan anarkis yang telah dilakukan oleh oknum Bobotoh.

Hegun mengatakan, pihaknya turut berbelasungkawa atas kejadian tersebut, dan mengecam segala tindakan kekerasan yang dilakukan oknum Bobotoh.

Turut berduka cita atas meninggalnya salah satu suporter Persija Jakarta, atas nama Haringga Sirila, warga Cengkareng. Dan mengutuk keras kejadian penganiayaan yg dilakukan oleh oknum Bobotoh” ucapnya, Senin, (24/9).

 

Dihadapan pendukungnya, Persib Bandung berhasil mengalahkan Persija 3-2 di Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (23/9) sore, dalam lanjutan Liga 1 2018. Kemenangan Maung Bandung itu tercoreng oleh tindakan anarkis Bobotoh.

 

kegembiraan atas unggul nya Persib seakan hilang dan sirna, dengan alasan apapun tidak di benarkan sikap fanatisme sampai menghilangkan nyawa," ungkap Hegun kepada RMOLJabar.

 

Hegun mengungkapkan, kejadian tersebut hendaknya dijadikan pembelajaran, dan karakteristik suporter sepakbola Indonesia dapat lebih dewasa dalam dukung-mendukung klub sepakbola yang dicintainya.

 

Jangan sampai kedepan karakter anarkis yang dilakukan oknum suporter membuat sepakbola kita malah dilarang, karna nyawa seorang manusia, teramat sangat berharga daripada helatan perebutan piala,” Lanjut Hegun

 

Seperti diketahui, Polda Jabar sudah melarang suporter The Jak untuk tidak datang ke GBLA. Atas adanya larangan tersebut, panpel Persib juga tidak menyediakan tiket untuk supporter The Jak.

 

Sistem persepakbolaan yang ada di negeri kita memang harus terus ditingkatkan secara kualitas. Bukan hanya dari pemain, tapi juga dari suporter. Agar kedepan, tidak ada lagi suporter yang tidak mendengarkan arahan serta himbauan pihak keamanan dan panpel dengan nekat datang ke stadion”, ujar Hegun.

 

Selanjutnya, Hegun mengajak seluruh generasi muda serta Bobotoh, untuk saling mengingatkan satu sama lainnya, agar kejadian tersebut tidak terulang kembali, serta mempercayakan kasus tersebut kepada pihak kepolisian.

 

Saya mengajak seluruh elemen suporter, terutama generasi muda untuk saling menahan diri, saling mawas diri, serta saling berpikir jernih untuk saling mengingatkan kepada setiap suporter, agar kejadian-kejadian seperti ini tidak terulang lagi ke depannya, dan mari serahkan semua nya kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kejadian kemaren" pungkasnya.

Editor: Asep Robin

Komentar