MENGENAI SEKDA BARU KOTA BANDUNG, BERIKUT PENJELASAN EMIL

MENGENAI SEKDA BARU KOTA BANDUNG, BERIKUT PENJELASAN EMIL

KOTA BANDUNG, PAKUAN - WALI Kota Bandung, Ridwan Kamil meyakinkan bahwa pengangkatan Benny Bachtiar sebagai Sekda Kota Bandung, merupakan hasil diskusinya dengan Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial. Sehingga adanya anggapan pengangkatan tersebut sebagai bentuk KKN tidak benar.

"Pengangkatan Benny Bachtiar sebagai Sekda Kota Bandung merupakan hasil diskusi saya dengan Mang Oded, sebagai calon pengguna," ungkapnya kepada wartawan di Pendopo Kota Bandung, Jln. Dalem Kaum, Kota Bandung, beberapa waktu lalu.

Menurutnya pemilihan Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, merupakan hak prerogatif dari Wali Kota, namun sebagai bentuk keadilan maka dibentuk tim panitia seleksi (Pansel). Kendati keputusan akhirnya tetap berada ditangan pemimpin daerah tersebut.

"Ada nilai-nilai yang tidak kebaca tim pansel seperti dimensi chemistry, pengalaman dan loyalitas. Semuanya menggunakan logika dan tidak ada peraturan yang dilarang," ujarnya.

Lebih jauh, pihaknya melakukan survei terkait pengangkatan Benny Bachtiar kepada seluruh PNS di lingkungan Pemkot Bandung. Dimana hasilnya menunjukan bahwa 86 persen PNS tidak masalah dan setuju dengan pengangkatan tersebut.

"Saat ini keputusan tersebut sudah ada di Kemendagri, untuk pelantikannya belum tahu apakah kepala dinas lainnya atau terpisah," katanya.

Sebelumnya puluhan warga yang berasal dari berbagai elemen masyarakat Kota Bandung yang bernama Forum Peduli Bandung berunjuk rasa menolak pencalonan Benny Bachtiar sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung.

Koordinator aksi, Toto Sulaeman mengatakan bahwa pihaknya menuntut Walikota Bandung untuk membatalkan pencalonan Benny sebagai calon Sekda Kota Bandung. Karena menilai pemilihan tersebut diduga adanya unsur nepotisme.

"Ridwan Kamil dan Benny Bachtiar adalah teman SMA, jadi jelas ada indikasi KKN. Padahal dalam open bidding, Benny hanya menempati peringkat tiga,"ucapnya.

Pihaknya mempertanyakan alasan Ridwan Kamil memilih Benny, sebab berdasarkan hasil open bidding (seleksi) masih ada dua calon Sekda yang memiliki kualitas lebih baik dari Benny Bachtiar.

"Maka open bidding hanya akal-akalan saja. Kalau Ridwan Kamil tetap memaksakan (Benny), kami akan menggugat Ridwan Kamil secara hukum dan gagal jadi gubernur," terangnya.

Perwakilan Komunitas Jabar Transparan, Edi Laban menilai dengan pengangkatan tersebut, menimbulkan pertanyaan besar terhadap hasil open bidding. Mengingat dengan pemilihan Benny sebagai calon Sekda Kota Bandung telah mencederai tatanan birokrasi Kota Bandung.

Dikatakannya Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil harus memilih calon Sekda berdasarkan hasil open bidding yang dilakukannya. Terlebih dengan dua calon yang ada pada peringkat dua teratas, adalah birokrat Kota Bandung yang telah terbukti kinerjanya.

"Dengan pemilihan Benny maka telah mematikan tatanan birokrasi di Kota Bandung. Padahal selama ini para kepala dinas telah kerja keras membantu Wali Kota yang memperoleh puluhan penghargaan dan prestasi," tambahnya.

Editor: IRSYAD

Komentar