BPPD Kota Bandung Dorong Toko Moderen Sebagai Sarana Bayar Pajak

BPPD Kota Bandung Dorong Toko Moderen Sebagai Sarana Bayar Pajak

Kota Bandung, PAKUAN - BADAN Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) Kota Bandung akan mendorong toko modern (Alfamart dan Indomart), sebagai sarana masyarakat untuk membayar pajak. Perihal tersebut akan dikomunikasikan kepada Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), mengingat regulasi yang ada belum dapat mendukung hal tersebut.


"Regulasi yang ada saat ini belum sesuai dalam penerapan pembayaran pajak di toko modern, tapi ini akan terus kita komunikasikan dengan kementrian terkait. Karena toko-toko modern ini dekat dengan masyarakat bahkan sampai ke pemukiman-pemukiman," ungkap Kepala BPPD Kota Bandung, Ema Sumarna usai Sosialisasi Pajak di Kawasan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Minggu (26/8).

Menurutnya, dengan rencana tersebut maka akan memudahkan masyarakat untuk membayar pajak. Terlebih dengan pemanfaatan teknologi dalam memenuhi kewajiban warga dalam pajak.

"Untuk bayar token listrik dan lain sebagainya bisa, maka ini sebagai bentuk pelayanan modern. Yang semula harus datang ke kantor, kini lebih cepat dan mudah," katanya.

Diakuinya, salah satu metode pembayaran pajak yakni melalui kantor pos masih belum banyak diketahui masyarakat. Walaupun pihaknya sudah melakukan pemberitahuan dan sosialisasi, baik melalui media massa, media sosial atau langsung dengan warga.

Ema menerangkan, masyarakat sudah bisa membayar pajak melalui kantor pos, sejak 2017 lalu namun masih ada warga yang belum tahu terkait kemudahaan tersebut.

"Upaya untuk memberikan info atau pemberitahuan terkait pembayaran pajak melalui pos sudah kita upayakan seoptimal mungkin. Bahkan saya meminta kepada kecamatan dan kelurahan untuk ikut membantu," tuturnya.

Walau demikian, pihaknya optimis dapat mencapai target raihan pajak tahun 2018, yakni Rp. 2,640 Triliun. Terlebih dengan tren positif pendapatan pajak Kota Bandung yang terus mengalami peningkatan secara signifikan dalam lima tahun terakhir.

Dimana target pajak pada tahun ini mengalami peningkatan sebesar Rp. 705 miliar dari tahun 2017, yakni Rp. 2,175 Triliun.

"Target ini harus kita upayakan dengan kinerja dari seluruh pihak. Maka untuk pendapatan pajak di tahun ini diharapkan harus lebih baik dari tahun sebelumnya, maka kami mengembangkan menjadi Rp. 2,64 Triliun," tambanya.

Editor: IRSYAD

Komentar