Pemkot Bandung Resmi Tunjuk Benny Bachtiar Sebagai Sekda Baru

Pemkot Bandung Resmi Tunjuk Benny Bachtiar Sebagai Sekda Baru

BANDUNG, (PAKUAN).- Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Cimahi, Benny Bachtiar terpilih sebagai Sekretaris Daerah Kota Bandung yang baru. Dalam tugasnya nanti, Benny akan mendampingi pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung yang baru saja terpilih, Oded M Danial dan Yana Mulyana.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menjelaskan, meskipun dirinya memiliki hak prerogatif dalam menentukan Sekda Kota Bandung, ia menyerahkan sejumlah pertimbangan kepada Oded, yang saat ini masih menjabat wakil wali kota.

“Jadi saya sudah menerima 3 nama dari sekda itu. Kemudian ini sudah dilakukan kajian lanjutan, sudah berdikusi dengan Mang Oded berkali-kali sebagai calon yang menggunakan sekda ini selama 5 tahun ke depan. Dan di hari ini saya umumkan secara fair dan adil hasil musyawarah, maka calon Sekda Kota Bandung yang akan diajukan ke kemendagri untuk proses selanjutnya adalah bapak Benny Bahtiar, mantan asisten di Cimahi,” ujar Ridwan Kamil, seusai mengikuti acara Hari Koperasi, di Graha Manggala Siliwangi, Bandung, Jumat 20 Juli 2018.

Benny terpilih dari dua nama lainnya, Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kota Bandung Ema Sumarna dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung Mohamad Salman Fauzi. Saat ini, penjabat sekda dijalankan Dadang Supriatna. 

Ridwan Kamil mengatakan, pertimbangan hingga Benny terpilih cukup banyak. Namun, karena harus mengejar agenda lain, ia tidak sempat membeberkan hasil penilaian itu. Ridwan hanya memberi jaminan jika keputusan memilih Benny juga merupakan usulan Oded.

“Intinya semua tiga besar itu baik. Pak Ema sangat baik, Pak Salman sangat baik, Pak Benny sangat baik. Tetapi dari hasil wawancara dan kajian yang dibutuhkan 5 tahun ke depan oleh Kota Bandung dan juga masukan dari Pak Oded sebagai wali kota terpilih, saya juga menyetujui memang sosok Pak Benny Bachtiar yang dibutuhkan di 5 tahun ke depan,” kata Ridwan Kamil, yang akan segera mengisi posisi gubernur Jawa Barat periode 2018-2023 itu.

Meskipun berasal dari luar internal Pemkot Bandung, Emil -sapaan akrab Ridwan Kamil- menjamin jika Benny akan mampu beradaptasi di Kota Bandung. Ia meyakini prestasi yang diraih Pemkot Bandung semasa dibantu sekda sebelumnya, Yossi Irianto, bisa dijaga.

 

“Kami meyakini itu. Ditambah saya sebagai gubernur akan membimbing sekda baru ini dari Gedung Sate untuk memastikan prestasi-prestasi Pak Yossi yang selama ini luar biasa bisa dipertahankan oleh sekda yang baru,” ujarnya.

 

Pimpinan SKPD

Dihubungi terpisah, Plt. Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kota Bandung, Atet Dedi Handiman menjelaskan, nama sekda terpilih selanjutnya akan dikoordinasikan dengan Pemprov Jawa Barat, untuk kemudian dilaporkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara. “Setelah semua beres, kembali ke Pak Wali, lalu minta izin ke Kemendagri untuk melantik sekda terpilih,” ujarnya.

 

Ia mengatakan, sesuai UU tentang ASN dan PP tentang Manajemen PNS, lelang terbuka sekda sekurang-kurangnya berlaku bagi peserta di wilayah Jawa Barat. Tidak boleh hanya berlaku di Kota Bandung. Dari 14 kandidat yang mendaftar, terdapat peserta dari Kabupaten Subang, Kota Cimahi, dan Kabupaten Garut.

 

“Panitia seleksi juga tidak ada dari unsur Pemkot Bandung. Pansel berisikan deputi SDM Kemenpan RB, kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat, IPDN, Psikologi UI, dan FISIP Unpad,” tutur Atet.

 

Dalam kesempatan yang sama, Emil juga mengumumkan jabatan pimpinan SKPD yang selama ini kosong. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) dijabat Dadang Darmawan, yang sebelumnya Kepala Bagian Umum Pemerintah Kota Bandung. Sementara jabatan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (sebelumnya Badan Kepegawaian Daerah) diisi Yayan A Brillyana, yang tengah menjabat Kabag Humas Pemkot Bandung. Adapun Camat Cicendo Fajar Kurniawan didapuk menjadi Kepala Inspektorat Kota Bandung.

 

“Pengisi posisi kepala dinas merupakan hasil seleksi sejak 2017. Posisinya sedang kosong. Sama, dilakukan lelang terbuka. Hanya beda panitia seleksi saja, tidak dikoordinasikan dengan provinsi,” ujarnya

Editor: Asep Robin

Komentar