Yossi Resmikan 4 Rutilahu Di Babakan Irigasi

Yossi Resmikan 4 Rutilahu Di Babakan Irigasi

Kota Bandung, PAKUAN – Keindahan dan kenyamanan rumah merupakan suatu hal yang perlu diperhatikan. Karena rumah merupakan tempatinggal atau tempat kita berlindung dari mara bahaya serta tempat berkumpulnya suatu keluarga untuk mengapai kesehatan rohani dan jasmaninya.

Maka dari itu, Pemkot Bandung mencetuskan sebuah program bernama Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) dimana program tersebut berisi tentang perbaikan sebuah rumah yang tidak layak huni mendai layak huni.

Adapun barubaruini ada sebanyak 4 unit rumah tidak layak huni (Rutilahu) di jalan Babakan Irigasi, Kelurahan Babakan Tarogong Kecamatan Bojongloa Kaler tepatnya berada di 4 RW, yakni RW 1, 3, 6 dan 7 kini sudah menjadi rumah layak huni. 

Rumah yang diberikan dana bantuan Rutilahu yaitu kediaman Bapak Emuh di RT 06 RW 07 dengan luas sekitar 30 meter persegi,  rumah Eep Saepuloh di RT 04 RW 06 dengan luas sekitar 25 meter persegi. Sedangkan dua rumah lainnya yaitu milik Ade Wahyu di RT 02 RW 01 dan rumah ibu Oom Rohman di RT 03 RW 03.

Peresmian selesainya perbaikan Rutilahu tersebut ditandai dengan pengguntingan pita oleh Sekretaris Daerah Kota Bandung Yossi Irianto, di kediaman Emuh, Rabu (7/2/2017). 

Yossi mengatakan, bantuan perbaikan Rutilahu di Kota Bandung akan terus diupayakan. Meski hal itu akan dilakukan secara bertahap dan tidak bisa sekaligus.

"Kita lakukan satu persatu dan upayakan hingga seluruh warga yang ada di Kota Bandung mendapat rumah layak huni,” katanya.

Ditambahkan Yossi, perbaikan Rutilahu merupakan bantuan berkelanjutan. Di kota Bandung, untuk rumah dengan kerusakan ringan diberikan bantuan sebesar Rp 5 juta. Sedangkan rumah dengan kerusakan sedang sebesar Rp 10 juta. Terakhir untuk rumah dengan kerusakan berat sebesar Rp 15 juta.

Aparat kewilayahan termasuk pengurus RT dan RW diharapkan bisa mensosialisasikan hal tersebut. Termasuk mengidentifikasi dan mengklarifikasi para calon penerima bantuan.

"Mengingat program bantuan ini stimulasi, maka kewajiban pengurus RT RW bersama kelembagaan untuk menggalang dana swadaya agar perbaikan rumah lebih optimal," harapnya. 

"Mudah mudahan selain menjadi sarana meningkatkan solidaritas sosial juga menguatkan komitmen Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) lebih berperan dalam pembangunan,"kata Yossi. 

Editor: Irsyad

Komentar